Sunday, 1 October 2017
Surat Musim Gugur
Tuesday, 26 September 2017
Selarik Doa Tentang Derita Yang Bertubi-Tubi

Anni massaniyad durru wa anta arhamu rahimin
“Allah sedang menguji kita. Akankah kita lulus atau gagal dalam ujian ini. Sudah berapa lama kita hidup bahagia?”“Delapan puluh tahun.” Jawab istrinya ketika tengah bersiap meninggalkan Ayyub seorang diri.“Lalu, sudah berapa lamakah kita hidup menderita?”“Tujuh tahun.”“Itu berarti sabar kita tak sebanding dengan syukur kita.”
Thursday, 7 September 2017
Tak Perlu Khawatir Berlebihan
Lihatlah meski telah kukatakan aku jatuh hati pada pria lain, tetap saja aku membaca semua suratmu. Aku bukan wanita bodoh yang tak paham apapun, tapi menjadi naif, itu adalah sebuah pilihan.
Kamu benar. Setia pada satu hati akan membuatmu jauh lebih mulia, menikmati dan mensyukuri apa yang kita miliki saat ini akan jauh lebih terhormat, tapi kita tidak pernah punya kendali untuk menggerakkan hati agar tetap pada satu tujuan atau berbelok ke sembarang arah.
Cintaku padamu. Meski itu telah terhapus oleh beberapa nama, tapi ia selalu ada. Jauh sebelum orang lain mengungkapkan padaku tentang betapa mereka berharap padamu, aku telah menyimpannya terlebih dahulu. Kamu mungkin tak pernah menyangka sejak kapan perasaan itu dimulai. Dan kisah tentangmu, adalah satu-satunya yang tak diketahui oleh orang-orang terdekatku. Kamu hanya ada di dasar perasaan, terkadang naik ke permukaan dan terkadang tertindih oleh hal-hal baru di atasnya. Tapi satu hal yang harus kamu garis bawahi, ia tak pernah hilang.
Terkadang aku menanti sesuatu darimu yang mampu meyakinkanku untuk bertahan. Bertahan meletakkanmu di permukaan perasaan. Tapi semakin hari kunanti, kamu semakin khusyuk dengan bahasa yang hanya kamu sendiri mampu memahaminya. Aku tak butuh sebuah pengakuan, pesan singkat, atau rekaman suara. Yang aku harapkan hanyalah sebuah tanda yang jelas bahwa kamu akan datang padaku, dan aku boleh menunggumu. İtu saja.
Jika kamu mampu setia dengan perasaanmu padaku, maka sungguh kesetiaan itu tidak akan mengingkarimu. Bukankah kamu pernah mengatakan padaku bahwa mungkin kita tidak bisa membersamai seseorang yang selalu disebut dalam doa, melainkan membersamai seseorang yang selalu menyebut kita dalam doanya. Jika kamu percaya akan hal itu, maka jangan khawatir. Hatiku tidak akan pergi terlalu jauh. İnsyaAllah.
Aku tidak pernah menyebutmu dalam doa. Jujur saja. Aku tak pernah menyebut sebuah nama dalam doaku. Tapi sekarang aku akan berdoa semoga dirimu selalu berbahagia.
Friday, 1 September 2017
Saturday, 19 August 2017
A Letter of Pains
Thursday, 17 August 2017
Nasehat M Quraish Shihab
Keberuntungan kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal. Karena itulah takdir mereka.
Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu. Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan. Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat.
Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu. Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui.
Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah. Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan.
Perbanyaklah bersyukur, Alhamdulillah, itu yang akan mendatangkan kebahagiaan. Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.
Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.
Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu. Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah. Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.
Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol. Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.
Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.
Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.
Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan.
Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa “rumus kegagalan adalah sikap asal semua orang”.
Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.
Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya.
Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.
Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi. Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi. Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala nya.


