Wow! Sepertinya sahabat muslimah semua paling interested sama style fashion-nya Mbak Oki, nih! Kebukti dari tingginya statistik tayangan halaman tentang gaya berpakaian ala Mbak Oki yang ku-post tahun lalu. Oke, sekarang alhamdulillah, saya diberikan waktu untuk melanjutkannya kembali, komplit sama alamat web yang menjual gamis/jilbab sekaligus kerudung/himar yang biasa Mbak Oki kenakan.
Check it out, guys! :)
About colors?
Di postingan sebelumnya juga sudah aku ingatkan betapa pentingnya pemilihan warna yang tepat, tidak hanya pakaian, melainkan universal, warna adalah karakter. So, coba sahabat kembali bercermin, bayangin diri sendiri menggunakan pakaian dengan aneka warna yang diganti-ganti. Cocoknya warna gelap apa terang, sih?
Baiklah, jangan pusing-pusing. Kalau sahabat memiliki warna kulit yang gelap, sebaiknya pilihlah warna-warna yang lembut namun kontras. Seperti warna warna putih, krem, khaki, atau baby blue. Aku sarankan hindari memakai warna-warna gelap. Nah, untuk kulit putih atau sawo matang cerah, bagus memilih warna-warna gelap, kontras yang jelas antara warna kulit dan warna pakaian, justru membuat sahabat makin terlihat cantik.
Gamis atau jilbab (pakaian longgar) ala Oki Setiana
Untuk gamis yang sering dipakai Mbak Oki, adalah gamis panjang berbahan jersey kualitas impor. Harganya lumayan mahal. Namun sebanding dengan kenyamanan kainnya yang jatuh dan adem. Gamis-gamis yang biasa dipakai Mbak Oki tidak memiliki model yang ribet, cukup kerutan di bagian pergelangan dan bagian bawah dada hingga kaki yang sedikit mengembang. Dijamin tidak ketat, apalagi membentuk lekukan tubuh. Oh iya, gamis ala Mbak Oki ini sangat cocok dipakai oleh sahabat yang memiliki tinggi 165 cm ke atas, di tambah dengan high heels yang nyaman. Terkesan casual, adem, and anggun.
Kerudung atau himar
Untuk kerudung, Mbak Oki tidak punya satu ciri khas yang tetap, intinya ia hanya berpegang pada ketentuan syariat. Selagi panjang dan tidak transparan, ia mau memakainya. Biarpun begitu, sepanjang pengamatanku, Mbak Oki sering memakai himar produk Zoya. Coba lihat foto-foto Mbak Oki berikut ini:
Selain produk Zoya, Mbak Oki juga sering memakai pashmina panjang, bergo dan himar segi empat selain produk Zoya. Untuk pashmina, aku rasa sama seperti yang biasa dijual di butik-butik atau outlet muslimah. Untuk himar bergo ala Mbak Oki yang rata-rata polos tanpa model njelimet plus panjangnya sampai ke pinggang, aku kurang tahu tempat jual aslinya dengan jelas, tapi sahabat tetap bisa mendapatkannya di butik atau outlet muslimah dan Timur Tengah yang tersebar di mana-mana, atau bisa juga pesan di instagram @osdonline
Finally, selesai juga :) Selamat mencoba, ya? Semoga bermanfaat :)
Peuh!
Akhirnya film yang kutunggu-tunggu di akhir tahun 2013 ini selesai juga
kutonton. Sebenarnya aku dan teman-teman sekosan sudah merencanakan untuk
nonton tepat hari pertama film ini tayang di bioskop, yaitu pada 5 Desember 2013.
Tapi
karena jadwal kuliah yang super duper padat, aku dan teman-teman terpaksa
mengganti jadwal menjadi 7 Desember. Jadi setelah praktikum dan kuliah selesai
pada jam 12.00, kita langsung siap-siap meluncur ke Bogor Trade Mall dan tiba
di Cinema 21 pada jam 01.16. Wow, ada dua studio yang menayangkan film ini.
Hmm...kita memilih jam 14.25.
Alhamdulillah artikel berikut terpilih sebagai pemenang 1 Lomba Menulis Kreatif bareng Cheria Travel. Terimakasih semuanya. Salam.
“Ntar
kalau aku udah di Moskow, cara mengetahui makanan halal tidaknya dari mana ya,
Sof?” Kalimat pertanyaan dari Desi itu berkedip-kedip di layar chatt facebook-ku.
Desi
adalah temanku ketika Madrasah Tsanawiyah dulu. Kami tak pernah lagi bertemu,
hanya sesekali menyapa melalui facebook atau tweeter. Dan beberapa hari lalu,
dia memberi tahu bahwa ayahnya sedang merencanakan liburan ke luar negeri. Ya,
nasib orang memang berbeda-beda, Desi dengan mudahnya bisa keliling dunia dengan
kocek orang tuanya. Aku? Oh, untuk saat ini, aku tetap bisa berkeliling dunia melalui
buku-buku dan tulisan yang kubaca. Iri? Tentu. Justru keirian ini membuatku bertekad,
suatu saat aku akan menyusulnya berkeliling dunia, tentu saja dengan kocekku
sendiri. Insya Allah...
Kembali
pada pertanyaan Desi yang sudah hampir lima menit belum kurespon. Kursor di
layar terus berkedip-kedip sementara otakku berotasi 360 derajat. Makanan halal
di Rusia? Wah ini kedengarannya susah. Bayangkan mencari makanan halal di
negeri dengan paham komunis yang kental ditambah kondisi muslim minoritas tentu
bukan hal yang mudah. Tak ada sertifikat halal yang tertera di label makanan
apa pun, dan tentunya hanya secuil hewan yang disembelih sesuai syariat.
“Kamu
cuma berangkat bareng Ayah Ibu?” kuketikkan pertanyaan ini sebelum menjawab
“Iya.
Ayo dong, ini tugas yang dikasih Papa ke aku. Katanya aku harus nemuin daftar
restoran halal dalam tiga hari. Kalau tidak, jalan-jalannya batal.”
Sebenarnya
aku keki dengan temanku yang satu ini, di dunia yang serba canggih seperti
sekarang mustahil hal beginian jadi masalah. Internet, hampir semua jawaban ada
di sana. Oke, aku saja yang mencarinya.
“Ini,
nih. Kafe halal di Jalan Balshoi Tartarskaya. Cuma satu itu yang kudapat. Ntar
deh ku cari dengan kata kunci pake bahasa Inggris, mungkin masih ada yang lain.
Kenapa nggak pakai biro perjalanan aja?” entah mengapa tiba-tiba ide ini
muncul.
“Kata
Papa lebih enak sendiri. Soalnya
beberapa biro perjalanan yang Papa temui nggak ada yang menawarkan paket
restoran halal. Kamu kan tahu sendiri bagaimana papaku.”
Iya
sih. Dulu aku pernah menginap satu malam di rumah Desi. Ayahnya itu agamis
banget, bahkan beliau tidak mengizinkan istrinya membeli daging ayam yang sudah
dipotong-potong di pasar. Kalu mau beli daging ayam, beliau harus ikut dan
memotong sendiri ayamnya. Urusan daging sapi, kambing atau domba pun beliau
tidak kalah selektifnya.
Kembali
aku membuka google kemudian iseng mengetikkan “Biro perjalanan dengan paket
wisata halal”. Satu dua tiga, aku menunggu loading
yang cukup lambat. Sebenarnya aku tidak yakin kata yang kuketikkan itu akan
menemukan halaman yang kubutuhkan.
“Cheria Tour & Travel?” tanyaku sendiri ketika mataku menangkap judul link berwarna biru.
Aku
membuka website-nya dan tanpa
capai-capai mencari aku sudah menemukan jawabannya, karena apa yang kuharapkan
muncul di halaman beranda. Mantap.
“Kamu
buka web ini http://cheria-travel.com. Udah dulu yaa... pokoknya masalahmu selesai deh dengan
membuka web itu. Oke, say. Bye...”
Klik.
Aku sign out dari facebook, walaupun
sebenarnya belum berniat meninggalkan internet. Betapa kejamnya diriku. Aku
masih melanjutkan surfing di
halaman cheria-travel.com karena ada sesuatu yang menarik. Informasi lomba menulis blog. Barangkali
pertanyaan Desi yang super duper maksa itu merupakan jalan yang diberikan Allah
agar aku mengetahui informasi ini.
Tidak
hanya itu, aku juga menemukan pengetahuan yang menarik minatku di sini. Ya, aku
ini termasuk seorang dreamer sejati. Ketika membaca buku-buku tentang Makkah
seperti “Cahaya di Atas Cahaya”, aku selalu membayangkan diriku ada di sana,
bahkan tak hanya sekali-dua air mata ini menetes ketika penulis menuturkan
betapa ia merasa begitu dekat dengan Sang Pencipta saat berada di Tanah Suci.
Lalu ketika aku membaca tentang negeri lain seperti yang diuraikan dalam
buku-buku karya Hanum Rais, Windy Ariestanty dan Asma Nadia, aku merasakan feel yang sama, yaitu melihat diriku sendiri
menjejakkan kaki di tempat-tempat yang mereka tuliskan.
Nah,
itulah mengapa aku tertarik untuk mengobrak-abrik website Cheria Travel. Aku
senang melihat foto masjid-masjid di Eropa yang terpasang manis di halamannya,
juga foto saudara-saudara muslim ketika berada di Makkah. Setidaknya jika suatu
saat aku diberi kesempatan untuk menunaikan umrah atau menjajal negeri asing,
aku sudah punya satu biro perjalanan muslim yang bisa kupercaya dan kuandalkan.
Memangnya harus Cheria
Travel, kan masih banyak biro perjalanan lain?
Memang
benar, terlebih di zaman yang serba canggih. Ratusan biro perjalanan
berlomba-lomba menawarkan jasanya baik secara online maupun offline. Bejibunnya
biro perjalanan itulah justru menimbulkan dilema yang akhirnya membuat banyak
orang terjebak dalam penipuan maupun kekesalan karena pelayanan yang buruk.
Namun bukan berarti masalah tersebut mengalir tanpa solusi. Pasti ada yang
terbaik di antara tumpukan biro perjalanan yang berjejalan itu, sama halnya
seperti seorang mahasiswa terbaik di antara ribuan mahasiswa lainnya. Pasti
ada. Dan tugas kita sebagai pengguna jasa yang cerdas adalah memilih dengan
selektif biro perjalanan yang akan kita gunakan, mengingat biro perjalanan
adalah ‘sesuatu’ yang akan kita berikan kepercayaan penuh untuk me-manage perjalanan kita. Sehingga
perjalanan impian kita bisa berlangsung memuaskan dan memuat banyak hikmah
maupun inspirasi. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih sebuah
biro perjalanan dan alasan saya merekomendasikan Cheria Travel, semuanya tergabung
dalam 3J.
1.Jelas legalnya
Para korban penipuan biro
perjalanan biasanya diakibatkan mereka tidak memastikan terlebih dahulu
kejelasan status biro perjalanan yang mereka percayakan. Pada tahun 2013 saja
sudah banyak kasus penipuan yang mengatas namakan biro perjalanan. Seperti
kasus biro perjalanan bodong Amanah Iman dengan 51 korban dan biro perjalanan
Srikandi Tour and Travel dengan 60 korban. Keduanya melakukan penipuan dengan
janji akan menjadi biro perjalanan umrah. Wah, akhir-akhir ini penipuan berbau
Islam memang sedang laris manis, mungkin karena kebanyakan mindset masyarakat kita beranggapan bahwa sesuatu yang berbau Islam
itu sudah pasti bersih bebas kejahatan. Justru sikap polos yang fitrahnya baik
inilah dimanfaatkan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak bertanggung
jawab.
Itulah mengapa kejelasan status
menjadi nomor wahid yang harus diperhatikan. Dan alasan saya merekomendasikan
Cheria Travel sebagai biro perjalanan penyedia paket umrah haji plus dan wisata
muslim dunia, karena ia telah memiliki Ijin Biro Perjalanan Wisata (BPW)/SIUP:
2365/2012, Depag RI Ijin Umrah Depag RI No. D/816-2012, dan Ijin Ibadah Haji
Khusus Depag RI No. D/355.
2.Jelas kantornya
Tidak
bisa disangkal lagi, biro perjalanan palsu biasanya memiliki kantor
palsu ataupun 'kantor brosur' doang. Artinya alamat kantor ada di
brosur, tetapi setelah didatangi alamat tersebut nyatanya adalah alamat
palsu. Jadi, kejelasan nyata tidaknya kantor sebuah biro perjalanan yang
akan kita pilih, menurutku adalah hal yang harus dipastikan
kebebenarannya. Adapun Cheria Tour & Travel, mereka memiliki identitas dan kantor yang benar adanya. Owner Cheria Travel ini adalah Bapak Cheriatna dan Ibu Farida
Ningsih yang awalnya menjadi marketing sebuah agen travel bersama Alm. Ustad
Jeffry Al Buchory. Pasangan suami istri itu kemudian memutuskan untuk mendirikan
Cheria Travel pada 2011 dan sekarang sudah memiliki empat kantor cabang di
Pekanbaru, Bogor, Bandung dan Manado yang tergabung dalam Cheriagroups.
Sedangkan kantor pusat Cheria Travel berada di Gedung Twink Lt. 3 , Jl. Kapten
P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Bagi
teman-teman yang ingin mengenal dua sosok di atas lebih dekat, silakan
kunjungi profil dan berteman dengan mereka di facebook. Alamat facebook
Pak Cheria klik di sini dan Bu Farida klik di sini.
3.Jelas track record-nya
Selain dua poin di atas, ada satu
hal lagi yang harus kita perhatikan, yaitu
track record. Jadi, tidak cuma punya ijin dan punya kantor doang, tapi juga
memiliki catatan jejak yang baik. Banyak sekali biro travel yang memiliki
kantor dan ijin, namun cacat dalam hal pelayanan. Akibatnya pengguna jasa tidak
puas atau bahkan kecewa. Untuk mengetahui track
record ini, kita bisa mendapatkan dari dua cara. Pertama, menanyakan langsung pada kenalan, teman, atau keluarga
yang pernah menggunakan jasa biro perjalanan tersebut. Kedua, kita menjelajah internet dan mengumpulkan informasi
sebanyak-banyaknya tentang biro perjalanan yang kita maksud. Sebuah biro
perjalanan yang berkualitas tidak mungkin memiliki sedikit catatan di internet.
Oke, saya sendiri menggunakan cara
kedua, yaitu berselancar di internet. Walhasil, Cheria Travel menduduki first rank
di mesin pencari google dan
yahoo. Banyak sekali yang mengulas tentang Cheria Travel baik berbentuk
pengalaman perjalanan maupun promosi. Selain itu, kita juga bisa
memonton
video-video testimoni dari beberapa jamaah umrah yang menggunakan jasa
Cheria
Travel, juga banyak video-video lain yang berhubungan dengan Cheria
Travel. Saya sendiri memang ada menemukan beberapa surat pembaca yang
menyatakan kekurang puasan mereka pada pelayanan dari Cheria Travel, namun saya rasa hal tersebut wajar. Seperti yang dikatakan Bapak Cheria ketika saya menanyakan hal ini langsung kepada beliau, "Sudah
jadi resiko yang menjual jasa ada yang puas dan tidak, dari ribuan
peserta mungkin ada beberapa yang tidak berkenan dengan layanan dan dari
berapa itu menuliskan di media online. Saya memandang ke depan aja, hal yang kurang akan diperbaiki."
Aha, inilah mengapa aku meminta
Desi untuk membuka website Cheria Travel lalu segera off begitu saja. Pertama
melihat halaman beranda saja, Cheria Travel langsung menawarkan paket wisata
muslim dengan jaminan makanan halal walau pengguna jasa melakukan perjalanan ke
negara-negara minoritas muslim sekali pun. Jadi, bagi muslim traveler tidak perlu khawatir ketika berwisata ke China,
Korea, Eropa, Rusia, Amerika dan lain-lain, karena paket tour wisata muslim ini
memang di-setting demi kenyamanan
para muslim traveler.
2.Berangkat sesuai request
“Ada paket wisata ke Yunani murah,
nih. Cuma 15 juta untuk seminggu.”
“Kapan?”
“Kuota 30 orang, untuk
keberangkatan 29 Februari.”
“Yah, nggak bisa ninggalin
kerjaan.”
Sering kan menemukan masalah
seperti ini? Paket wisata yang tidak didukung oleh keadaan kita. Cup, cup,
cup...jangan nangis ya, karena Cheria Travel siap melayani perjalanan
teman-teman semua kapan pun teman-teman menginginkan. Lebih kerennya, walau
cuma dua orang yang mau berangkat, Cheria Travel tetap siap sedia melayani.
3.Pelatihan gratis membangun bisnis
tour travel
Yang bener? Bukannya itu namanya
bunuh diri? Memberikan pelatihan bisnis travel sama artinya menelurkan
saingan-saingan baru yang bisa saja mematikan. Apa tidak takut? Kenapa harus
takut, toh rezeki tidak mungkin pernah tertukar. Setiap manusia lahir dengan
rezekinya masing-masing. Justru dengan berbagi, Allah akan semakin ridha dan
insya Allah rezekinya akan dilipat gandakan. Setuju, nggak?
4.Wisata dan umrah gratis
Pasti banyak dong wisata impian
teman-teman yang terhalang budget?
Kurang lebih seperti saya. Jangan kecewa dulu karena ternyata Cheria Travel
menawarkan wisata atau umrah gratis buat teman-teman yang bisa mengajak 9 orang
untuk berwisata atau umrah. Selain itu, Cheria Travel juga mengadakan blog contest yang
berhadiah jalan-jalan ke luar negeri, untuk tahun ini, lomba part 1
hadiahnya wisata
ke Malaysia dan Singapura, dan part 2 nya wisata ke Turki, masing-masing
periode akan memilih tiga orang pemenang. Wow, keren, kan? Ayo, ikutan!
5.Sebagai salah satu provider visa umrah dan haji Yap, pada tanggal 9 Desember 2013, Cheria Travel
telah mendapatkan kontrak sebagai salah satu provider visa umrah dan
haji untuk jamaah Indonesia dengan jatah 10.000 visa per tahun. (sumber:
klik di sini )
Apa saja paket yang ditawarkan Cheria Travel?
1. Paket umrah reguler
Paket ini menyediakan 9 hari
perjalanan umrah meliputi kota Makkah, Madinah dan Jeddah. Paket ini selalu
tersedia setiap bulannya sepanjang tahun.
Kelebihan paket ini dengan paket
haji reguler adalah fasilitas yang lebih istimewa dan antrian yang lebih
pendek. Yang namanya plus pastinya memiliki
nilai tambah dong. Jadi paket ini tidak hanya melayani teman-teman selama umrah dan haji
saja (di Makkah, Madinah, Jeddah), melainkan teman-teman juga diajak mampir
dulu ke suatu negara buat wisata. Jika teman-teman ingin umrah plus menikmati
tanah yang berhasil ditaklukkan oleh Muhammad Al-Fatih sekaligus melihat pusat
cahaya Eropa masa lalu ketika Islam memimpin, teman-teman bisa memilih paket
umrah plus Eropa (Turki dan Spanyol). Jadi teman-teman bisa melihat sunset di
selat Bosphorus, menghayati betapa besarnya toleransi dalam Hagia Sophia,
menyaksikan betapa memukaunya Masjid Sultan Ahmet, dan juga mengagumi indahnya
Mezquita di Cordoba.
Jika teman-teman ingin umrah
sekaligus melihat bumi di mana Musa dan Firaun pernah menginjakkan kaki di
atasnya, di mana Piramida berdiri dengan jemawa, teman-teman bisa memilih paket
umrah plus Mesir.
Paket umrah plus tidak hanya
menawarkan tiga negara di atas, masih ada plus China, plus Dubai, plus Bangkok,
plus Jepang, Plus Al Aqsa, dan plus ziarah eksklusif napak tilas di bumi para
Nabi.
Harga atau biaya yang ditawarkan
mulai dari $1900. Kabar baiknya, sekarang lagi ada promo untuk pendaftar online
di Cheria Travel, klik di sini
3.Paket tour wisata muslim
Paket no.4 ini terbagi lagi menjadi:
·Paket FIT (Free Independent Travelers)
Dengan paket ini, teman-teman dapat
berwisata dengan jumlah teman minimal dua orang. Waktunya juga teman-teman yang
menentukan sendiri. Cocok sekali untuk wisata bareng keluarga atau honeymoon.
·Paket grup
Paket ini memungkinkan teman-teman
untuk berangkat wisata apabila kuotanya sudah terisi semua dan waktunya pun
ditentukan oleh Cheria Travel.
·Paket private
Paket ini masuk ke dalam paket grup, bedanya teman-teman yang memilih paket ini
akan mendapatkan fasilitas yang lebih istimewa daripada peserta tour yang tidak
mengambil paket ini. Kalu dalam seminar atau konser, bisa dibilang kelas
VIP-nya.
Adapun
tempat-tempat wisata tour travel wisata muslim yang ditawarkan adalah:
·Wisata Nusantara
·Wisata China
·Wisata Korea
·Wisata Jepang
·Wisata Thailand
·Wisata Vietnam
·Wisata Turki
·Wisata Eropa
·Wisata Palestina
·Wisata Malaysia/Singapura
·Wisata Amerika
·Wisata Timur Tengah
·Wisata Cruise Eropa
Untuk lebih detail tentang point of destination dari setiap paket
tujuan di atas, silakan berkunjung ke website resmidisini, dan dapatkan promo
terbaru yang ditawarkan Cheria Travel.
Seperti kita semua ketahui bahwa
sejauh ini promosi Cheria Travel masih dalam lingkupan dunia online. Meskipun baru merentangkan
sebelah sayapnya saja, biro perjalanan ini telah menduduki top rank.
Memang sebuah keputusan yang tepat jika Cheria Travel memilih internet
sebagai media, hal ini karena internet adalah media promosi
paling bisa diandalkan saat ini, dalam hitungan detik, sebuah informasi
mampu
diakses jutaan orang dalam satu waktu.
Namun, di lain sisi aku sedikit
menyayangkan hal ini. Bukan peluang profit
yang akan didapatkan Cheria Travel kumaksudkan, akan tetapi lebih
kepada masyarakat dari berbagai kalangan yang seharusnya bisa turut menikmati
pelayanan, justru jatuh ke tangan biro perjalanan yang salah atau bahkan
penipuan. Meskipun internet adalah media high
tech paling marak saat ini, namun para orang tua dengan umur di atas 40 tahun,
masyarakat di daerah tak terjangkau teknologi dan masyarakat pedesaan tidak
mampu menjangkau informasi dan promosi yang diposting oleh Cheria Travel maupun
oleh agen-agen yang tergabung dalam Cheriagroups. Padahal banyak di antara
mereka yang juga akan melaksanakan perjalanan, terutama haji dan umrah.
Jadi, dengan membentangkan kedua
sayap untuk melakukan promosi, Cheria Travel tidak hanya akan mendapatkan more profit, melainkan lebih kepada
membantu masyarakat awam untuk mendapatkan biro perjalanan yang tepat dan
berkualitas. Aku sendiri sangat prihatin apabila mendengar berita tentang
seorang warga desa harus kehilangan uang puluhan juta akibat tertipu oleh biro
perjalanan haji dan umrah, padahal ia harus menabung sedikit demi sedikit untuk
bisa mewujudkan impiannya melihat Tanah Suci.
Selamat merangkai jejak!
“Dear friends, Anda lihat di bawah sana,
di situ nanti malam sekitar pukul 12 tengah malam akan dimulai tur white
evening kita. Kita akan naik kapal melintasi sungai Neva yang besar. Dari kapal
tersebut kalian bisa menikmati jembatan-jembatan yang bisa dibuka. Ada yang
terbuka tengah-tengahnya, ada yang bagian ujungnya, sehingga kapal-kapal bisa
melintas di bawahnya. Semua merayakan malam yang cerah, malam yang tidak
kelam.” Pemandu tur dari atas bus menunjukkan tempat kami akan berkumpul nanti
malam. Rambutnya pirang mendekati kuning. Wajahnya putih mungil seperti boneka
Rusia. Suaranya lembut seperti anak didik pihak kerajaan St. Petersburg yang
terkenal dengan ribuan kaisar pada masa lampau. Mungkin ini sedikit banyak
memengaruhi karakter masyarakatnya.
Bus
terus melaju. Pemandu tur juga terus asyik memamerkan keelokan St. Patersburg.
Lanskap kotanya tidak terlalu berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya.
Gedungnya gagah terkesan grande dengan arsitektur baroque dan neo klasik. Sebut
saja Winter Palace dan Hermitage, gedung yang didominasi warna hijau itu penuh
ukiran-ukiran rumit dengan warna emas. Di sini tersimpan koleksi karya seni
tingkat tinggi seniman terkenal seperti Rambrandit, Da Vinci, juga
Michaelangelo. Pendirinya, Peter the Great, ingin membangun kota ini lebih
dekat dengan Eropa Barat waktu itu. Karena itu dia mengundang arsitek dari
Italia untuk merancang kotanya].
Aku tak sedikit pun merelakan
mataku untuk berpaling dari pemandangan kota yang begitu memesona. Semakin lama
semakin indah.
“Sofi...!!! Hujan!!!
Jemuranmu....!!!”
Sebuah teriakan teman sekontrakanku
membuat buku yang kubaca jatuh ke pangkuan. Aku langsung ambil langkah seribu agar
segera bisa menyelamatkan pakaian-pakaianku.
Aku berjalan kembali ke kamar sambil senyum-senyum sendiri. Untuk kesekian kali aku selalu berhasil masuk ke
dalam cerita perjalanan yang ditulis orang lain. Tulisan yang barusan kubaca
adalah tulisannya Mbak Tutie Amaliah dalam buku “Bejalan di Atas Cahaya” pada
halaman 137-138.
Sebuah perjalanan yang memesona.
Semoga aku dan teman-teman semua
bisa berkunjung juga nantinya. Dan tentu saja lebih menarik lagi jika pemandu
tur yang berambut pirang itu diganti oleh seorang mbak-mbak manis berkerudung
atau mas-mas dengan janggut tipis dari Cheria Travel. Selain keterangannya yang
berbahasa Indonesia, kita yang mau bertanya pun lebih nyaman dan mudah karena
tidak perlu berpikir keras untuk men-translate terlebih dahulu.
Selamat bermimpi
Selamat mewujudkan mimpi
Dan selamat merangkai jejak...
PT. CHERIA - Biro Perjalanan Umroh, Haji & Tour Muslim
Hai, hai, kembali aku mau ngebahas tentang film, nih. Awalnya aku milih film Death Note (Jepang), tapi setelah aku nonton film Bollywood 'Ferrari Ki Sawaari', kok Death Note gak meninggalkan bekas di hatiku sama sekali. Mungkin karena ceritanya yang gak logis itu dikalahkan oleh kesederhanaan film Ferrari Ki Sawaari. Death Note hanya membuatku kagum pada tokoh L yang unik.
Oke, jadi sekarang sudah aku putuskan untuk membahas film Ferrari Ki Sawaari. Film ini rilisnya tahun 2012 kemaren, disutradarai oleh Rajesh Rapuskar, dan diproduseri oleh Vidhu Vinod Chopra (sutradara film 3 Idiot).
Sebelum kita membahas film ini terlalu jauh, bagi teman-teman yang belum pernah nonton filmny, sebaiknya teman-teman membaca review-nya di sini. Biar kita nyambung, oke?
Pemainnya siapa aja?
Pasti udah pernah nonton 3 Idiot dong, nah yang jadi Raju itulah pemain utamanya, nama aslinya Sharman Joshi, di film ini namanya Rusy. Ohya, yang jadi si Rektor Virus (Boman Irani) juga ada lho, dia jadi ayahnya Rusy yang bernama Behram Deboo. Anaknya Rusy bernama Kayo yang diperani Ritvik Sahore.
Oke, filmnya tentang apa, sih?
Rusy, anaknya, sama bapaknya (Sumber: klik di sini)
Film ini sebenarnya sangat sederhana, mengisahkan perjuangan seorang single parent bernama Rusy untuk mendapatkan uang 150.000 Rupee demi keberangkatan anaknya ke Lord's Cricket Ground di London.
Sederhana, kan? Namun, ide sesederhana itu dikemas dengan manis sehingga mampu menyentuh hati setiap penonton. Ya, kita akan tersentak haru ketika Rusy mendatangi pos polisi lalu lintas untuk membayar denda karena dia tanpa sengaja melanggar lalu lintas.
"Apa ada Polantas yang memanggilmu?" tanya Pak Polisi yang terheran-heran pada tamunya itu.
Rusy menjawab tidak ada.
"Tapi anak saya melihatnya. Saya tidak mau dia mencontoh perbuatan saya itu. Jadi berapa yang harus saya bayar?"
Wow, di sini aku sendiri sampai melongo lama sekali. Sebenarnya penonton sudah diajak menyelami kepribadian Rusy sejak awal film. Dia bangun paling awal, mencuci scooter usangnya, menyiapkan sarapan, menyentrika pakaiannya dan seragam anaknya, membuat kopi untuk ayahnya, membangunkan anaknya, berangkat berdua dengan anaknya menggunakan scooter, mengantar anaknya ke sekolah, kemudian ia akan menuju kantornya, namun jika ada kemacetan lalu lintas yang menghalangi perjalanannya, ia akan turun dari scooternya, mengeluarkan peluit dan membantu polisi lalu lintas melerai kemacetan.
Sosok Rusy adalah cermin kesederhanaan seorang pegawai, seorang ayah, seorang anak dan seorang warga negara. Tidak ada yang dilebih-lebihkan pada karakternya. Ia hanya laki-laki berkaca mata yang mencintai anaknya dengan sepenuh hati. Ia hanya seorang pegawai transportasi dengan gaji pas-pasan, ia hanya seorang anak yang terus menjaga bakti dan hormatnya pada sang Ayah dan ia hanya seorang warga negara yang lurus menjalani kesehariannya.
Apa scene yang menarik dari film ini?
Banyak sekali. Jariku akan keram jika aku menulis semuanya. Banyak scenes yang menyentuh dan mengurai pesan yang sebenarnya sangat sederhana sekali.
Film ini membuatku menangis kemudian tertawa dalam waktu beberapa kedipan mata saja. Mungkin dalam film lain, kita akan banyak tertawa di 1/2 awal, kemudian akan banyak menangis di 1/2 akhir. Atau paling tidak, ada jeda untuk mengubah feel antara bahagia-haru-sedih. Tapi tidak untuk Ferrari Ki Sawaari, bahkan penonton akan menangis sambil tertawa.
Eh, kaget ya sama pertanyaan yang gak nyambung di atas. Oh tidak, justru ferrari sang mobil sport mewah yang menjadi sumber masalah sekaligus jalan keluar dari masalah Rusy adalah mobil milik Sachin. Pemain cricket legendaris India. Bahkan rakyat India tampaknya lebih mengenal dan menghormati Sachin ketimbang presidennya sendiri. Jika penonton jeli, sebenarnya banyak sekali film yang menyebutkan nama Sachin Tendulkar sekilas. Seperti dalam film Ghajini dan I Hate Luv Story. Kurasa dalam film lain yang gak tertangkap kupingku masih banyak. Intinya Sachin itu terkenal sekali di India.
Bagaimana dengan sountrack?
Nih, untuk lagu Ferrari Ki Sawaari dinyanyiin oleh Shaan, Boman Irani dan Aayush Phukan.
Film ini sangat minim lagu, tidak seperti film Bollywood lain, narinya aja cuma ada satu kali, yaitu ketika pernikahannya Pakya. Yang nari si Vidya Balan, sebagai cameo.
Apa kesalahan film ini?
About a dad's love to his son, very simple but touching (Sumber: klik di sini)
Film ini tidak ada yang salah. Yang salah adalah mengapa penonton hanya mengenal aktor Bollywood sekadar (Aamir-Shahrukh-Salman) Khan, doang? Jadinya kalau ada film yang tidak dimainkan oleh 3-Khan itu pasti jadi kehilangan mood buat nonton. Padahal akting aktor yang lain juga keren-keren, lho. Salah satunya akting Sharman Joshi dalam Ferrari Ki Sawaari ini yang natural banget.