Tuesday, 24 December 2013

Journey: Taman Bunga Nusantara

sumber: klik di sini
“Ayooo...buruan pada mandi!!!! Terus siap-siap!!!” pekikku pada kedua teman kontrakanku. Ya, tinggal kami bertiga yang menghuni kontrakan selama seminggu ke depan, yang lainnya tentu lebih memilih pulang ke kampung halaman. 

Akhirnya pukul 08.00 yang sudah direncanakan harus molor sampai pukul 09.00 pagi. Baru deh kita nongol dari pintu kontrakan. Aku memilih baju pink garis-garis hitam plus shawl pink juga. Baju ini adalah baju kesukaan untuk saat ini, karena ringan aja dibuat hang-out. Sebenarnya aku masih punya baju dengan model serupa, tapi lagi males aja sama warnanya. Eh, kok jadi cerita soal baju, sih?

Kita kemudian memilih angkot nomor 03 trayek Br. Siang-Bubulak yang membawa kami menuju terminal Br. Siang. Bermodalkan pemandu perjalanan dari Mbah Google, kita jadi tahu bahwa angkutan yang akan kita gunakan selanjutnya adalah mobil L300 putih tanpa AC. Hampir lima menit juga kami mencari-cari sosok mobil itu. Dan akhirnya dipertemukan juga setelah ditunjukkan oleh pedagang asongan.

“Ayo Neng, buruan masuk, ini mah nggak pakek nunggu penuh, langsung jalan.” seru si pedagang  asongan yang bohong 100%. 

Emang kita anak SD, Pak? Mana ada mobil beginian yang mau mengantarkan 3 penumpang dari Bogor ke Cipanas. 

Biar begitu, kita tetap masuk juga, memilih menunggu di dalam biar nggak kebagian tempat duduk paling belakang.

Lima menit berlalu. Sepuluh menit. Dua puluh menit. Empat puluh menit. Dan setelah jam menunjukkan pukul 10.15 mobil tua itu baru meninggalkan terminal. Bayangkan, kami harus nunggu tuh mobil ngetem selama 1 jam lebih beberapa menit. Wajah sudah kusut. Kesal juga. Sebenarnya bukan cuma karena ulah si sopir yang menyebalkan, tapi juga karena para pedagang asongan yang kebanyakan nggak tahu sopan santun. Memaksa membeli dan jika kita bilang tidak, respon mereka justru tidak bersahabat, membanting pintu, bergumam seperti lebah yang kerasukan, buang air kecil sembarangan, dan berbagai hal menyebalkan lainnya. Belum lagi asap dari sebuah bakaran ilegal yang menyulap suasana pagi tadi makin sumpek.

“Neng, belilah ini,  cuma 2500 rupiah.” Tawar si pedagang asongan yang tadi menunjukkan mobil yang kami tumpangi. Aku melirik apa yang ia jajakan. Makanan dalam bungkusan daun apa gitu. Jujur aku tidak tahu nama makanan itu.  Sebagai apresiasi, aku mengeluarkan uang Rp.10.000. 

“Saya beli 2500 rupiah saja, Pak.” Ucapku sambil mengulurkan uang.

“Ini empat, Neng! Beli 10.000 aja, ya...” katanya lalu bergegas pergi. 

Aku mangap heran. Hey, uangku...!!! Niatku awalnya sih baik, tapi karena diperlakukan seperti ini, aku jadi tidak ikhlas. Aku hanya bisa bersungut dalam hati. Ada lah ya penjual seperti itu.

“Ah, terminal Indonesia bikin malu.” Aku sempat berucap seperti ini pagi tadi. 

Setelah mobil buntut yang mesinnya terbatuk-batuk itu keluar dari terminal, hatiku terasa sedikit lebih lapang. Selanjutnya kami memasuki tol arah Ciawi, melewati Puncak, dan terus meluncur hingga tiba di simpang Cipanas. Sesampai di sana, aku sedikit lupa dengan warna angkot yang kubaca di google kemaren. Warna apa, ya?

Daripada pusing, kamipun memilih angkot dengan warna kuning hitam. Walhasil kami diturunkan di simpang yang lain (4 km dari TBN) dan harus berpindah ke angkot berwarna kuning ungu. Padahal seharusnya bisa sekali jalan aja, lho. Jadi cukup manunggu angkot berwarna kuning ungu ketika tiba di simpang Cipanas, maka angkot itu akan membawa sampai tujuan. 

Melihat tempat tujuan sudah di depan mata, hati kamipun berubah cerah meriah, berbanding terbalik dengan langit yang tertutupi mendung kelabu. Kami berjalan cepat menuju loket tiket dan tak sampai lima menit, tiga tiket plus satu peta sudah lekat di genggamanku. Harga tiket masuk Rp.25.000/orang, ya. Setelah masuk, kami terlebih dahulu mencari mushola karena sudah masuk waktu zuhur. Shalat selesai, dan kita meluncur mencari pengganjal perut. Kamipun memilih Cafe Marigold yang menjual aneka makanan Nusantara. Wow, harganya dua kali hingga tiga kali lipat semua. Mie baso dan lemon tea menjadi pilihanku. Hampir satu jam kami duduk di cafe itu. Selain makan, kita juga ngepo’in para turis yang berjejalan di sana. Lumayan buat cuci mata.

Sebelum sesi keliling-keliling plus photo hunting, sebaiknya kita baca dulu sejarah TBN ini, yuuk... Check it out!!!

Sejarah Taman Bunga Nusantara

Sumber: klik di sini
Taman Bunga Nusantara merupakan taman display bunga pertama di Indonesia. Taman ini dilengkapi dengan berbagai koleksi tanaman berbunga yang terkenal dan unik dari seluruh dunia. Dengan beratus varietas tanaman berbunga di taman, Taman Bunga Nusantara benar - benar menjadi tempat dimana bunga - bunga dari seluruh dunia tumbuh. Kami menampilkan areal yang sangat luas bagi pertumbuhan bunga - bunga dari Amerika Selatan,  Australia,  Afrika serta Asia. Kami memiliki lahan display bedding plant seluas 50.000 m2 .

Ibu Dani Bustanil Arifin , pemakarsa sekaligus Ketua Umum Yayasan Bunga Nusantara, beserta anggota lainnya mulai merintis pembangunan taman ini pada tahun 1992, dan secara intensif pelaksanaan pembangunan tahap awal taman dimulai sejak tahun 1993. Tujuan utama pembangunan taman ini bagi Yayasan Bunga Nusantara adalah menciptakan Taman Bunga Nusantara sebagai salah satu aset wisata  berbasis wisata agro nasional dengan skala internasional. Selain itu, tujuan lain diciptakannya Taman Bunga Nusantara adalah:


  1.  Membantu Pemerintah di bidang pembangunan agrowisata.
  2. Menyediakan fasilitas dan sarana untuk penelitian, pendidikan, dan meningkatkan  kreatifitas masyarakat.
  3. Membantu meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi, pendapatan daerah dan masyarakat khususnya petani bunga. 
  4. Melestarikan tanaman langka dan wawasan lingkungan hidup. 
  5. Lapangan kerja masyarakat sekitar.
  6. Meningkatkan cinta masyarakat akan bunga sebagai sumber pendapatan dan kesejahteraan.
  7. Menyediakan tempat rekreasi yang sehat bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
  8. Mencari sumber pertumbuhan baru di sektor pertanian. 

Kemashuran Yayasan Bunga Nusantara dalam melakukan pengembangan di bidang bunga telah dikenal dunia sejak keikutsertaannya dalam parade kendaraan hias Tournament of Roses di Pasadena, California.  Peran serta Yayasan Bunga Nusantara dalam tournament ini juga ditujukan untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa  Indonesia mampu menumbuhkembangkan tanaman hias khusunya bunga.

Dalam keikutsertaanya selama lima tahun, Yayasan Bunga Nusantara selalu memperoleh penghargaan atas karya-karyanya.

Disinilah timbul keinginan untuk membuat taman bergaya internasional yang keberadaannya akan diakui oleh masyarakat internasional.

Untuk merayakan pembukaan akbar dan memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia, Presiden Soeharto memimpin upacara pembukaan Taman Bunga Nusantara pada tanggal 10 September 1995 serta menandatangani sebuah batu peringatan di Taman Bunga Nusantara, sementara Ibu Tien Soeharto (alm) meresmikan penggunaan Menara Pandang setinggi 28 meter.

Pada tanggal 10 September 1996, Taman Bunga Nusantara  memperingati hari ulang tahunnya yang pertama sekaligus membuka lahan baru berupa taman bermain, Alam Imajinasi. Ibu Try Sutrisno berkenan hadir dalam pembukaan ini dan meresmikan pengoperasian areal bermain anak Alam Imajinasi. Taman bermain seluas tujuh hektar ini terletak tepat dibelakang Areal  aman bunga. Dengan sepuluh jenis permainan diantaranya go-carts, bom bom boat  dan kereta api uap dengan model yang sangat kuno , taman ini menjanjikan keceriaan yang luar biasa bagi anak - anak maupun orang dewasa.

Taman Bunga Nusantara adalah tempat yang tepat sebagai sumber inspirasi bagi para pecinta taman amatir maupun profesional. Bagi keluarga yang mencari lingkungan yang indah, sehat, segar, dan penuh ketentraman jauh dari hingar bingar kehidupan kota, taman inilah yang menjadi tujuan utama. Taman Bunga Nusantara tentu juga akan menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan hingga tergugah kecintaan pada bunga yang begitu banyak digelar didalam satu taman, bagi para fotografer yang menginginkan berbagai pilihan objek foto yang indah dan menawan. Begitupun bagi sinematografer, tempat ini dapat digunakan sebagai studio alam terbuka untuk berbagai shooting film, sinetron, dan lain - lain. Kiranya tidaklah berlebihan apabila Taman Bunga Nusantara menjadi tempat pertemuan bagi orang - orang dengan berbagai kepentingan.

Taman Bunga Nusantara akan senantiasa bergerak dinamis laksana sebuah museum kehidupan. Tanam - tanaman tumbuh mulai dari kondisi bertunas, berakar, lalu tumbuh, berbunga dan kemudian diganti. Sirkulasi normal dari perkembangan tanaman bunga semusim di dalam taman kami berkisar antara dua hingga lima bulan. Di dalam lahan pembibitan seluas dua hektar, kami akan menanam tumbuh - tumbuhan sejak masih berbentuk tunas yang kelak akan dipindahkan ke lahan taman, untuk menggantikan tanam - tanaman yang sudah lebih dulu dan layu. Saat berkunjung ke Taman Bunga Nusantara, setiap pengunjung akan menyaksikan pemandangan yang selalu tampak berbeda karena sistem penggantian bunga - bungaan secara periodik tersebut.

Taman Bunga Nusantara selain sebagai sarana rekreasi, dipakai pula sebagai kebun percobaan  dengan berbagai jenis bunga dan tanaman tertentu yang berasal dari daerah subtropis dan negara - negara beriklim dingin di Eropa, Amerika dan Australia. 

Percobaan-percobaan yang dilakukan telah menghasilkan hal yang positif dan memberikan gambaran bahwa kami mampu untuk menumbuhkembangkan tanaman-tanaman yang berasal dari tempat yang memiliki 4 musim.

Kami, atas nama Taman Bunga Nusantara menaruh harapan agar bangsa Indonesia memperoleh kesempatan untuk menikmati keindahan yang menakjubkan dari bunga - bunga yang tumbuh disini.
Sejak diresmikan tanggal 10 September 1995  sampai dengan akhir tahun 2010, Taman Bunga Nusantara telah dikunjungi oleh 5.976.403 pengunjung. Sampai saat ini dominasi wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan domestik sebesar 96%, wisatawan Timur Tengah 2 %, wisatawan Eropa dan Amerika 1% dan wisatawan dari kawasan Asia sebesar 1%.

Untuk menunjang penyampaian informasi kepada wisatawan domestik dan mancanegara Taman Bunga Nusantara telah menyiapkan brosur dalam 5 (lima) bahasa yaitu, bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Arab dan Jepang.

FASILITAS

Ini beneran, lhoo... (sumber: klik di sini)



1.   Taman Air
2.   Taman Mawar
3.   Taman Perancis
4.   Taman Rahasia (Labirynth)
5.   Taman Bali
6.   Taman Mediterania
7.   Taman  Palem
8.   Terakhir Taman Gaya Jepang
9.   Rumah Kaca
10. Danau Angsa
11. Rafflesia Mini Theater
12. Alam Imajinasi
13. Lokasi piknik
14. Amphitheater (Panggung Terapung)
15. Kereta Datto
16. Mobil Wara-Wiri
17. Menara Pandang
18. Poliklinik
19. Nany's Galleria    


Sesi Foto-Foto 



It's me :)))




Di depan 'merak'
Di antara jerapah
Masih di antara jerapah
Tangga turun



Taman apa, ya?
Kalau ini, jam yang gede banget!

Patungnya lebih cantik, jadi minder mau foto di depannya
Taman ini aslinya jauuuuhhh lebih kece!
Ini nih dua orang temanku
Hujan, jadi dingin banget!
Finally, aku pengen banget ke sana lagi... :))) Buat teman-teman yang pengen lihat taman-taman di Eropa tapi belum kesampaian, datang ke TBN aja, ya... Dijamin berasa keliling dunia!!!

Monday, 23 December 2013

Lagu-Lagu Bollywood yang Kurekomendasikan [part 3]: dari Film Ashiqui 2



Hai hai, masih mode on nggak bolywood-nya? Aku sendiri lagi kecewa berat gara-gara nggak bisa nonton Dhoom 3. Soalnya nggak ada tayang di Bogor, adanya di bioskop yang I-max. Biar begitu aku punya lagu Bollywood yang seru lagi, lhoo... Ya, kemaren aku barusan download film Ashiqui 2 yang rilis 26 April 2013 lalu. Masih cukup fresh, ya? Film ini dimainkan oleh Aditya Roy Kapoor (sebagai Rahul Jaykar) dan Shradha Kapoor (sebagai Aarohi). Masih asing ya nama-nama mereka? Memang sih mereka belum terlalu eksis di deretan artis Bollywood. Masih baru soalnya. Menurutku sih si Aditya tu mirip sama Hritik Roshan sedikit dan terkadang juga mirip Zayed Khan (yang jadi adiknya Shahrukh Khan dalam film Main Hoon Na), sedangkan si Shraddha mirip banget sama Rani Mukherjee, tapi juga kadang kelihatan mirip sama Vidya Balan. Untuk lebih jelas tentang film ini, klik di sini aja yah.

Nah, berikut lagu-lagu yang menurutku paling enak didengerin dari film ini. Cukup tiga aja. Check it out!

    1. Suun Raha Hai

Lagu ini ada versi male dan female-nya. Yang male dinyanyiin oleh Ankit Tiwari dan female-nya dinyanyiin oleh Shreya Ghoshal. Lagu ini muncul di awal film ketika Rahul konser di kota kecil. Juga lagu yang dinyanyiin Aarohi ketika di bar kecil. Musiknya pop and kedengaran melankolis gitu. Recommended banget buat kamu yang suka lagu Bollywood.


   2.Tum Hi Ho


Lagu ini dinyanyiin oleh Arijit Singh. Masih ber-genre pop dan melankolis. Video clip-nya sih hujan-hujanan gitu. Ini nih scene dari film Bollywood yang kurang kusuka, selalu aja ada adegan di bawah hujan, seolah-olah keromantisan cuma bisa didapatkan ketika basah-basahan doang. Kurang kreativ, yah! Untungnya lagu ini memang enak didengerin.

    3. Chahun Main Yaa Na
Lagu ini dinyanyiin oleh Arijit Singh dan Palak Muchhal. Asik. Pop. Dan tentunya recommended banget. Video clip-nya ketika Rahul ngajarin Aarohi nyanyi. 

Buat yang pengen download, yuuuk langsung klik di sini.


Sunday, 22 December 2013

Muslimah in Glasses


Hai, hai, kali ini aku mau berbagi soal 'muslimah in glasses' nih, biar tambah kece dengan kerudungnya, ya kan? Bingung ya kadang-kadang mencari kaca mata yang cocok buat wajah plus kerudung kita. Kaca matanya udah cakep, eh wajah kita malah kelihatan makin kecil pula dibuatnya, ditambah seperti kejepit kerundung. Duh, wajah makin nggak kelihatan. Nah, lihat deh foto-foto dua muslimah berikut.  Semoga menemukan ispirasi, ya....


   
      Wajah Bundar
Untuk bentuk wajah bundar, ada baiknya untuk memilih frame berbentuk persegi atau kotak dengan lensa yang sedikit lebih lebar agar wajah terlihat panjang dan berdimensi. Frame berbentuk bulat atau oval hanya akan membuat wajah kamu nampak lebih bundar.



Wajah Persegi
Jika kamu memiliki wajah dengan rahang yang kokoh, pilihlah kacamata dengan sudut melengkung (oval atau bulat) untuk menyamarkan bentuk rahang. Hindari kacamata berbingkai persegi.

Wajah Hati
Bingkai yang ramping akan sangat cocok bagi pemilik wajah dengan dahi lebar dan dagu yang meruncing ini. Bahkan kacamata tanpa bingkai (frameless glasses) juga bisa menjadi pilihan yang baik. Selain itu pilihlah frame dan lensa yang melebar kebawah agar tulang pipi dapat tersamarkan.

Wajah Segitiga
Wajah segitiga memiliki bagian dahi yang sempit namun melebar pada daerah rahang dan pipi. Kenakan kacamata dengan pinggiran yang tebal serta melebar ke atas (cat-eye). Pastikan bentuk kacamata Anda dapat menyeimbangkan sisi atas wajah dengan bawah.

Wajah Lonjong/Panjang
Pemilik wajah lonjong atau biasa disebut oblong, biasanya mempunyai garis pipi yang lurus dan lebih panjang dari lebar wajah. Pilihlah frame tebal berbentuk kotak yang melebar kesamping untuk menguatkan karakter pada wajah dan membuat kesan wajah terlihat lebih pendek.

Wajah Oval
Wajah dengan bentuk bulat telur adalah bentuk wajah yang sempurna. Berbahagialah kamu yang memiliki bentuk wajah ini karena cocok menggunakan model kacamata apapun. Pilihlah model frame yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil agar besarnya tetap proporsional di wajah kamu.





 



Wajah Bundar Untuk bentuk wajah bundar, ada baiknya untuk memilih frame berbentuk persegi atau kotak dengan lensa yang sedikit lebih lebar agar wajah terlihat panjang dan berdimensi. Frame berbentuk bulat atau oval hanya akan membuat wajah Anda nampak lebih bundar. Wajah Persegi Jika Anda memiliki wajah dengan rahang yang kokoh, pilihlah kacamata dengan sudut melengkung (oval atau bulat) untuk menyamarkan bentuk rahang. Hindari kacamata berbingkai persegi. Wajah Hati Bingkai yang ramping akan sangat cocok bagi pemilik wajah dengan dahi lebar dan dagu yang meruncing ini. Bahkan kacamata tanpa bingkai (frameless glasses) juga bisa menjadi pilihan yang baik. Selain itu pilihlah frame dan lensa yang melebar kebawah agar tulang pipi dapat tersamarkan. Wajah Segitiga Wajah segitiga memiliki bagian dahi yang sempit namun melebar pada daerah rahang dan pipi. Kenakan kacamata dengan pinggiran yang tebal serta melebar ke atas (cat-eye). Pastikan bentuk kacamata Anda dapat menyeimbangkan sisi atas wajah dengan bawah. Wajah Lonjong/Panjang Pemilik wajah lonjong atau biasa disebut oblong, biasanya mempunyai garis pipi yang lurus dan lebih panjang dari lebar wajah. Pilihlah frame tebal berbentuk kotak yang melebar kesamping untuk menguatkan karakter pada wajah dan membuat kesan wajah terlihat lebih pendek. Wajah Oval Wajah dengan bentuk bulat telur adalah bentuk wajah yang sempurna. Berbahagialah Anda yang memiliki bentuk wajah ini karena cocok menggunakan model kacamata apapun. Pilihlah model frame yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil agar besarnya tetap proporsional di wajah Anda

Source: http://www.optikmelawai.com/style_idea/cara-memilih-kacamata-sesuai-bentuk-wajah/123/

Nano-Nano: Kopdar KEB Bogor



Bagi yang doyan nge-blog, siapa sih yang nggak kenal ama KEB alias KumpulanEmak-Emak Blogger? Aku sendiri tahunya sudah lama, tapi cuma sekadar tahu aja, nggak berniat buat join, bahkan cara join-nya bagaimana juga nggak mau tahu. Sekitar tiga bulan lalu, aku pertama kali berani mengikuti blog contest, dan lomba dari Wardah Cosmetic yang kupilih. Selain temanya menarik, aku juga suka pake produk dengan brand ini. Nah, sepanjang periode lomba, aku selalu membaca tulisan-tulisan peserta yang lain dari blog list yang ada di microsite lomba. Kok rata-rata yang punya tulisan-tulisan ini adalah mak-mak, sih? Hampir di setiap komentar selalu ada kalimat support ‘Mak, aku juga ikutan.”, “Wah, koplit sekali, Mak.” , dan sejenisnya.

Rasa penasaranku cukup sampai di situ saja. Waktu selanjutnya membawaku pada kebahagiaan, aku menjadi pemenang ke-3 pada lomba blog Wardah ini. Hadiahnya yang lumayan ditransfer sebulan kemudian. Sejak itulah aku menyukai blog contest, selain bisa menyalurkan hobi, postingan di blog juga semakin banyak. 

“Kayaknya aku juga butuh komunitas yang bisa menyemangatiku, deh...” pikirku beberapa waktu lalu.

Aku pun teringat kembali pada komunitas mak-mak yang dulu sempat membuatku heran. Kucari URL-nya, dan ternyata mudah sekali. Aku segera join di facebook setelah sebelumnya di approve oleh Makmin Sary Melati. Jujur deh, aku kagum sekali pada para wanita yang ada di komunitas itu. Perlu di mark, yah! Kalau KEB itu nggak cuma terbuka buat wanita yang sudah berumah tangga aja, melainkan untuk semua manusia yang berjenis kelamin wanita, meskipun kebanyakan memang sudah pada married, sih. So, bukan hal yang aneh jika aku ikutan. 

Aku suka KEB karena semua yang ada di sana saling support buat terus semangat menulis di blog, saling berbagi informasi lomba, saling memberi ucapan selamat bila ada anggota yang menang lomba, dan banyak lagi. Aku juga dibuat kagum sama mak-mak (yang udah berkeluarga) di sana, meskipun mereka sibuk dengan urusan rumah tangga, masak, ngurus anak, dan sebagainya, namun mereka tetap menyempatkan diri buat update postingan di blog. Wah, pastinya hal ini selalu bikin aku ngiri. Masak sih seorang mahasiswa kalah sama mak-mak yang kesibukannya bejibun. Ya, terlepas dari kesibukan kuliahku dong pastinya.

Kemaren, tepatnya 22 Desember 2013, KEB Bogor mengadakan Kopdar di Taman Koleksi Baranang Siang, tepat di depan kelas kuliahku. Jadi aku nggak keberatan buat ikut. Walau hujan deras mengguyur Bogor sejak pukul 10.00 lebih, aku tetap meninggalkan kontrakan demi kopdar ini, sekalian mau ke ATM juga, sih. Ya, dua-duanya penting, makanya aku ngotot menerobos hujan buat nyampe ke sana.

Kyaa...kenapa nih kok pada pake baju putih-putih plus jins? Setelah kutanyakan pada Mak Rodame Napitulu, ternyata itu dress code-nya. 

“Kadonya sofi, mana?”

“Kado?”


Huhu, ternyata nggak cuma baju yang salah, soal kado-mengkado pun aku nggak tahu. Begini nih kalau paket modem dan paket kuota ponselku barengan habisnya. Jadinya kudet. Akhirnya akupun menerima saran Mak Dame buat ngebungkus kacang yang ada di meja aja pake kertas koran. Acara selanjutnya adalah makan-makan, bayar sendiri pastinya. Karena aku barusan makan di kontrakan, aku memilih chicken mushroom soup with bread dan minuman yang aku lupa namanya. Yang jelas aku nggak suka minuman dengan serai itu, rasanya udah mirip jamu aja.

Ternyata rame juga yang datang meski hujannya nggak berhenti sampai sore. Ada sekitar 22 oranglah. Kereeen...hujan-hujan begini para mak-mak ini tetap datang dengan wajah kinclong and cerah. But, entah kenapa kok aku merasa minder, ya? Padahal ada tiga mak-mak lain yang juga masih single. Mungkin karena aku satu-satunya yang masih berumur 18 tahun dan belum selesai kuliah. Aku kurang bisa mengakrabkan diri, mungkin karena ini memang udah sifatku yang nggak tahu caranya basa-basi. Selama ini aku cuma bisa bercanda sama mereka yang udah akrab dengan keseharianku, itupun terkadang masih sering kuacuhkan. Aku kurang suka dengan acara yang rame-rame tanpa rundown yang jelas dan sebaliknya aku suka sama acara yang rundown-nya jelas, seperti seminar, bedah buku, atau acara lain yang dipandu oleh MC. Kalau acara ‘sesuka loe’ gini jadinya aku selalu merasa minder karena selalu kesulitan untuk memulai pembicaraan.


Secara keseluruhan, kopdar-nya seru juga. Jadi bisa melihat mak-mak kece itu langsung. Yang selama ini cuma kenal nama facebook dan blog-nya doang, sekarang sudah tahu mukanya, and sifat aslinya. Aku juga kagum banget sama beberapa mak yang fashionable. Meskipun udah punya anak, tapi tetap kece. Hoho, ingat Sofi, kamu masih mahasiswi, style harus sederhana aja. Haha (melawan keinginan hati yang juga pengen tampil fashionable). 

Finally, i just wanna say ‘Bogor’s KEB is amazing and has wonderful members’... Nggak nyesel deh ikutan kopdar, bagiku rasanya kayak nano-nano.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...