Showing posts with label Hiburan. Show all posts
Showing posts with label Hiburan. Show all posts

Tuesday, 3 November 2015

4 Youtubers Ini Muslim



Kamu punya hobi nonton video di youtube? Biasanya video apa saja yang ditonton? Video clip musik, ya? Lihat tuh artis-artis di Vevo, bahkan viewers-nya ada yang sampai 1 milyar. Nggak nyalahin juga sih kalau kamu suka, yang salah itu kalau nonton video-video yang sama sekali nggak ada manfaat, justru mudharatnya yang banyak. Nah, bagi kamu pemuda-pemudi Islam, atau siapapun kamu,  yang menginginkan video kreatif, inspiratif, plus orang-orangnya cakep, channel youtube 4 pemuda ini bisa kamu subscribe. Have a look!

4. Karim Metwaly (Channel youtube: AreWeFamousNow)
Karim Merwaly from AreWeFamousNow
Karim ini berdarah Arab, dan sekarang sudah hijrah ke Amerika. Di youtube-nya, Karim sering bikin video yang bisa berperan mengubah persepsi banyak orang tentang Islam dan Arab. Videonya Karim lebih ke komedi, berbau Islam, tapi terkadang dia ini agak melenceng sehingga (menurutku) kurang baiklah hal-hal tertentu tersebut dijadikan konsumsi publik. Dia pernah foto pegang anjing gitu, dan di caption dia bilang bosan dengan ini haram dan itu haram. Dia juga punya pacar bernama Saskia, Muslim juga, cantik & manis

Terlepas dari itu semua, banyak kok videonya Karim yang juga inspiratif. Salah satunya waktu dia eksperimen di tepi jalan dalam video berjudul Blind Muslim Trust Experiment. Karim sengaja pake penutup mata, jaket tebal karena memang lagi musim dingin, dan tangannya dibuka lebar-lebar. Ternyata banyak lho orang Amerika yang singgah dan give him a hug. Tapi di sinilah ketahuan 'rada melencengnya' Karim, masak dia terima aja dipeluk wanita. Lucunya pas datang dua gadis Muslim berhijab, mereka bilang: I can't hug you because I am Muslim


3. Omar Albach

Omar Albach
Omar Albach ini berstatus sama kayak Zeyara, dia aktivis yang aktif banget membela kebebasan Palestina, Syiria, Rasism dan Islamophobia di Amerika, khususnya Kanada. Terlepas dari itu semua, Omar dan Zeyara juga sering bikin video bersama, karena ternyata mereka ini temenan sejak SMA. Suka gemes kalau udah lihat mereka berdua ngobrol. Kelihatan kalau keduanya akrab dan memahami satu sama lain.

Salah satu postingan yang paling aku sukai di page-nya Omar adalah tentang sebuah foto dari Damascus, Syiria yang diambil pada tahun 1889. 

Mohammed and Sameer, Muslim and Nasrani Orphans from Damascus in 1889
Foto ini menampilkan dua orang lelaki bernama Mohammed dan Sameer. Mohammed adalah seorang Muslim yang buta, sementara Sameer adalah seorang kurcaci lumpuh beragama Nasrani. Setiap berjalan di sepanjang jalanan kota Damascus, Mohammed selalu menggendong Sameer. Jadi, mereka berjalan dengan mata Sameer dan kaki Mohammed. Keduanya hidup dalam satu kamar dan selalu bersama. Ketika Sameer meninggal, Mohammed mengunci diri di kamar dan menangis selama satu minggu. Akhirnya ia pun ikut meninggal karena kesedihan yang mendalam.


2.  Saif Shawaf
Saif Shawaf
“I was born on October 30th 1991 in Saudi Arabia in a city called Jeddah. Both my parents were born in Syria in a city called Hama. Canada is my home, Syria is my blood. I love my culture and love life. I hate politics and I hope one day all of the Arab countries will unite to become one again.”

Ini adalah salah satu youtuber favoritku, karena dari caranya bicara dan bertingkah, ketara sekali kalau orangnya asli lucu dan penghibur. Di youtube dan media sosial, Saif juga seperti Zeyara dan Omar. Mereka ini giat banget menyuarakan tentang Palestina, Syiria, mengumpulkan donasi, serta melakukan wawancara untuk mengetahui persepsi orang-orang mengenai Arab. Saif pernah bikin video bareng Zeyara yang menurutku inspiratif banget. Dalam video tersebut, Zeyara mengenakan sorban Palestina lalu berdiri/duduk di keramaian, kemudian Saif datang dan mencacinya. Mereka ingin tahu bagaimanakah respon orang-orang di sekitar saat mengetahui ada pemuda yang dilecehkan hanya karena sebuah sorban yang identik dengan agama atau negara tertentu. 

Hasilnya? Kamu pasti kaget, karena ternyata banyak sekali yang membela Zeyara. Bahkan ada seorang pemuda yang tegas sekali melawan tindakan Saif. Ketika Saif merebut sorban di leher Zeyara, pemuda Barat tadi balik merebut dari Saif dan memberikannya pada Zeyara. Oh ya, untuk video lucu kolaborasi Saif dan Zeyara, kamu bisa cari judul Annoying Guests di channel mereka.

Sayang, sepertinya sekarang Saif tidak lagi membuat video youtube. Saat membaca klarifikasinya di facebook, kok aku jadi sedih ya. Sekarang Saif dan keluarga baru saja pindah ke Dubai. Dia memulai hidup baru di sana. Dan sebagai anak perantau, I know lah bagaimana rasanya. Apalagi ini lintas negara plus lintas benua. Berikut klarifikasi dari Saif:


Ah, Saif. Semoga kamu bisa segera beradaptasi di Dubai. Semoga di sana kamu menemukan kehidupan yang lebih baik (tentu untuk dunia wal akhirat) dan masa depan yang lebih cerah. InshaAllah.


1. Mohamed Zeyara

Sure, he is Mohamed Zeyara!
Aku menempatkan Zeyara di urutan pertama karena memang video-videonya paling keren dibandingkan 3 orang sebelumnya. Zeyara benar-benar terlihat serius dalam menggarap setiap video yang ia upload, bahkan sampai berkolaborasi dengan seorang sheikh ternama bernama Omar Suleiman. Jika video 3 orang sebelumnya hanya membutuhkan proses kreatif ala kadarnya, video Zeyara sudah bisa dinamakan sebagai film pendek. Ia melakukan syuting layaknya seorang artis sungguhan. Ada sutradara, ada produser, dan sejenis itu. Pokoknya semua video Zeyara yang diberi judul #Inspiration sangat memperhatikan detail. Di beberapa video, Zeyara juga sering menampilkan dirinya sendiri tengah bicara di depan kamera. Mungkin ia rekam sendiri. Tapi memang ini hanya untuk kuliah singkat, pengumuman, pesan dari setiap episode #Inspiration series, atau wawancaranya dengan orang lain. 

Ini Fatima, keponakannya Zey. Aktingnya keren.
Untuk pembahasan mengenai Zeyara, aku sudah pernah menuliskan secara khusus. Kamu bisa membacanya di sini. Adapun video-video pilihan yang tidak boleh dilewatkan adalah: The Price of Marriage, Women of Our Lives, dan Whipped Cream and Cheerios. Tapi video yang lain juga tidak kalah bagus dan inspiratif kok. Silakan lihat sendiri, ya.

Okay, itulah tadi 4 orang youtubers Muslim yang kurekomendasikan untuk kamu subscribe, inshaAllah banyak manfaatnya. Setidaknya kita jadi lebih open minded dan peka terhadap keadaan umat saat ini. Happy watching!

Tuesday, 27 October 2015

Hal-Hal yang Biasanya Ada pada Seseorang Golongan Darah O



Setiap manusia pasti dilahirkan dengan golongan darah tertentu, kan? Ya seperti yang kita tahu selama ini, ada A, B, AB, dan O. Nah, golongan darah yang empat biji ini ternyata juga selalu jadi objek penelitian para ilmuwan sejak tahun 1930. Mereka mengamati karakteristik-karakteristik yang umum dimiliki oleh masing-masing golongan darah. Kesenangan mengamati seseorang berdasarkan golongan darah ini pertama kali tenar di Jepang. Jadi hampir semua orang Jepang tahu golongan darahnya sendiri pada masa itu, mungkin juga sampai sekarang. 

Mungkin kalau di Indonesia sama kayak ramalan bintang (virgo, libra, dkk). Kan ada juga toh tulisan-tulisan yang mengungkap karakteristik seseorang berdasarkan bintang. Hanya saja menurut ane, sesuatu yang dihubungkan dengan bintang itu kurang pas aja. Nggak scientist gitu. Nggak bisa dibuktikan secara ilmiah kalau bintang-bintang di angkasa punya hubungan dengan kehidupan manusia, jatuhnya jadi ilmu astrologi. Mungkin karena itu juga orang Jepang yang terkenal lebih realistis milih baca karakteristik dari golongan darah. Mungkin lho, ya.


Nah berikut adalah beberara karakteristik yang dimiliki seseorang berdarah O. Untuk golongan darah lain, insyaAllah menyusul lain kesempatan.



Pecinta Sejati

Beberapa bulan lalu, tepatnya saat acara pembekalan calon wisudawan, seorang motivator sempat menunjukkan karakteristik seseorang berdasarkan golongan darahnya. Karena golongan darahku sendiri adalah O, jadinya yang paling ingat sampai sekarang ya karakteristik seseorang berdarah O. Motivator tersebut hanya menyampaikan satu poin karakteristik yang paling menonjol, dan dia bilang darah O itu adalah sosok pecinta sejati. Yep, apabila seseorang berdarah O jatuh cinta, maka dia akan mencintai dengan sungguh-sungguh dan sangat dalam sedalam reruntuhan kapal di dasar samudra. 

 
Pinterest
Langsung deh aku mengingat diri sendiri, dan sebagai manusia berdarah O, aku membenarkan karakteristik yang disampaikan si motivator. 

Aku sendiri nih ya, kalau jatuh cinta pada seseorang, aku bisa melakukan hal-hal yang orang lain mungkin tidak melakukannya. Misal, mengecek facebooknya setiap beberapa jam sekali tanpa berani menyapa, mengoleksi ratusan fotonya, bahkan ngubek-ngubek facebook teman-temannya cuma buat nyari fotonya si dia, lalu menulis tentang dia hingga puluhan halaman, membuat beberapa kartu ucapan selamat ulang tahun, meskipun ujung-ujungnya cuma satu yang dikirim. Terkesan kepo akut sih, tapi nggak alay juga. Soalnya aku nggak pernah mengganggu kehidupan dia. Kayak kirim-kirim salam, memulai percakapan, ngirim sms, apalagi nelpon, duuuhhh itu adalah hal-hal yang tidak mungkin kulakukan. Memang benar apabila ada yang berkata bahwa darah O itu gengsian. Kadar kepo dan gengsi mereka berbanding lurus lah. 

Nah, beberapa hari lalu, secara tidak sengaja, aku landing di sebuah web yang membahas hal-hal yang biasanya dialami oleh mereka berdarah O. Apa saja? Inilah mereka:


Berjiwa Leadership tinggi

Silakan cari di web, blog, koran, atau tulisan mana pun, tiap kali menyebutkan karakteristik berdasarkan tipe darah, O selalu dikatakan sebagai sosok pemimpin. Katanya sih rata-rata orang berdarah O itu berbakat jadi leader, kalaupun nggak,  mereka pengennya selalu jadi leader. 

www.faithgateway.com
Peninjauan berdasarkan aku peribadi siihh, ini memang benar. Sejauh ini aku memang nggak betah tiap kali jadi junior, bawaannya pengen nonjok senior, baik itu di organisasi maupun komunitas. Jadi kalau bisa, awal masuk langsung jadi senior. Intinya aku nggak suka banget ‘merasa nggak dianggap’ dalam suatu kelompok. So, kalau memang lagi niat banget, dalam kelompok tugas, aku selalu jadi leader. Pas udah kuliah aja ogah-ogahan. Poin utama sih harus niat dulu.


Penyendiri atau sangat aktif

Yes, dalam beberapa tulisan banyak membahas kalau orang dengan tipe darah O ini punya bakat komunikasi dan sangat mudah bersosialisasi. Tapi ada juga yang menuliskan kalau tipe darah O ini senang menyendiri. 

Lalu aku?

Jujur ya, jika aku ada dalam posisi diandalkan atau sedang presentasi, aku bisa berkomunikasi dengan sangat baik. Pokoknya sejak duduk di bangku SD, tiap kali ada tugas presentasi, aku selalu diandalkan sebagai pembicara. Tapi nih, untuk urusan sosial, aku merasa punya sedikit masalah. Terkadang entah itu terlalu nggak update informasi, terlalu nggak peduli, terlalu cuek, atau terlalu pinter (buka rapor SD), aku jadi nggak nyambung tiap kali bicara secara personal (bukan dalam topik resmi atau serius). 

Misalnya gini, aku lagi jalan bareng Sena dan Sana, nah ujung-ujungnya pasti aku nggak nyambung apa yang lagi mereka bicarakan. Aku juga nggak bisa akrab dengan teman-teman kelas, kakak tingkat, dan sejenisnya. Banyak yang bilang aku terlalu serius, dan ya itu, nggak enak dikerjain.  So, jika diminta memilih apakah aku penyendiri atau sangat aktif, aku adalah penyendiri sejati.

Glamour.com

Aku suka menyendiri. Bagiku kegiatan menyendiri itu adalah kegiatan paling menyenangkan di dunia ini. Karena itu pula aku tidak suka keramaian, tidak suka games di acara-acara kelompok, dan yang terpenting paling tidak suka dikerjain senior. Sudahlah, bagiku menyendiri sambil merenung, membaca, mendengarkan musik favorit, menonton film, dan menulis, itu adalah kebahagiaan di atas kebahagiaan.


Tidak mudah terpengaruh lingkungan

Hmm... banyak artikel yang mengatakan seseorang berdarah O ini punya pendirian teguh, fokus, dan sanggup berjuang hingga tetes darah terakhir demi impiannya. Yes, that’s true! Bahkan rasanya aku tidak bisa hidup tenang selama impianku belum terwujud. Jika mereka yang berdarah tipe lain selalu memikirkan pacar, gebetan, dsb, sebelum tidur, maka orang berdarah O selalu memikirkan impian. Kadang sampai kebablasan nggak bisa tidur. 

Maksud tidak mudah terpengaruh lingkungan di sini adalah, mereka nggak peduli dengan alasan orang lain. Jika yang lain plin-plan, darah O ini sebaliknya, mereka mampu memutuskan sesuatu dengan mantap. Ini benar, aku merasakan sendiri. Saat akan melakukan Praktik Kerja Lapangan di perkuliahan dulu, beberapa teman bingung akan mengambil spesifik di bidang apa. Bahkan ada yang berkali-kali ganti topik. But aku nggak tuh. Sejak awal aku sudah menentukan akan mengambil topik P, dan akan tetap mengambilnya meskipun (andai) hanya aku sendiri yang PKL di lokasi tersebut.

Tapi nih ya, urusan lifestyle, terkadang darah O ini suka kebawa lingkungan juga. Aku menyimpulkan, dalam urusan batin mereka ini memang kokoh, tapi kalau urusan lahiriah, mereka masih bisa dipengaruhi lingkungan. 


Suka menunda-nunda pekerjaan

Thatspoint.com
Yesss! Ini tipe darah O banget. Aku adalah bukti nyata. Kalau urusan menunda-nunda, duh darah O adalah ratunya. Mau belajar aja aku sering mengulur waktu. Misal ujian besok pukul 10 pagi, nah sore-sore mau belajar, aku mikirnya masih ada malam. Udah malam, aku mikir besok aja sebelum Subuh. Eh, ternyata pas bunyi alarm jam 3 pagi, justru dimatiin dan mikir ‘kan masih ada jam 7 sampai jam 9’. Urusan nyuci pakaian juga gitu, sampai numpuk seember besar baru deh dicuci. Pokoknya darah O ini wajib dikasih deadline, kalau nggak bisa kebablasan nggak dikerjain. 


Karakteristik lain yang umum dimiliki darah O
  1. Orang yang memiliki golongan darah O adalah orang yang terbuka
  2. Golongan darah O adalah orang-orang yang menghargai pendapat orang lain
  3. Mereka punya pendapatnya sendiri dalam beberapa hal
  4. Mengandalkan diri sendiri dan pemberani
  5. Mereka mampu menangani stress lebih baik dibandingkan dengan golongan darah lain
  6. Apabila tipe O sudah marah, hati-hati aja karena semuanya pasti bakal kena imbasnya 
  7. Sifat nggak enakan yang selalu membuat tipe O memikirkan perasaan orang lain (This really true!) 
  8. Tipe O ialah orang yang sangat ekspresif. Tak jarang ia mampu romantis dalam moment apapun
  9. Beruntunglah kamu yang berteman dengan orang yang bertipe darah O. Mereka bisa jadi mediator, penengah yang baik
  10. Tipe darah O paling semangat pas punya barang baru. Tapi lama-kelamaan suka lupa sendiri merawatnya
  11. orang yang  berdarah O akan menggunakan bahasa yang singkat, padat nan jelas. Tapi kadang menusuk.
  12. Cara makannya cepat, terlihat seperti tidak dikunyah
  13. Mudah beradaptasi dengan berbagai makanan pada lingkungan yang ditempatinya
  14. Pandai menutupi sesuatu adalah keahlian orang yang memiliki darah O, mereka selalu kelihatan happy, damai  dan seperti tidak punya masalah sama sekali. Tapi tahunya???

www.quoteswave.com

Okay, itulah tadi sederet karakteristik yang umumnya dimiliki oleh orang-orang dengan golongan darah O. Nggak semua benar, tapi kalau aku sendiri, banyak di antara list di atas yang memang sesuai dengan kepribadianku. Bagaimanapun hanya kamu sendiri yang paling tahu tentang dirimu. Tulisan ini akan sangat bermanfaat bagi kamu yang sedang ingin mengamati seseorang yang berdarah O. Sedikit sebanyaknya dari list di atas pasti ada yang nyantol. Semoga bermanfaat. Ting!

Sunday, 18 October 2015

Full House untuk Pertama Kali




Drama Korea: Bermula di Pesantren

Cerita tentang drama Korea, sebenarnya aku nggak punya pengalaman yang terlalu mengesankan. Beda jauh jika dibandingkan dengan para K-Drama lovers yang hapal nama-nama aktor di luar kepala. Bahkan untuk satu drama yang memiliki 16 episode saja, aku masih nggak bisa ingat nama pemain utamanya. Yah, menurutku nama orang-orang Mata Sipit itu mirip-mirip dan nggak bisa dibedakan. Saat masa orientasi di sekolah dan perkuliahan saja, aku butuh waktu berminggu-minggu hanya untuk mengingat nama teman. So, bukan hal yang aneh kalau aku memang nggak ingat satu pun nama artis Korea, kecuali Rain, karena namanya gampang (Ini pun setelah aku nonton Full House dua hari terakhir).  

Hmm... Kapan pertama kali aku mengenal drama Korea?

Tepatnya saat hari-hari pertama masuk pesantren, sekitar 5 tahun silam, yaaahhh tahun 2012 pertengahan lah. Saat itu aku menempati sebuah kamar dengan seorang teman bernama Sefni. Kamar itu punya satu ranjang bertingkat. Aku di atas, dan Sefni di bawah. Suatu malam, saat kami sudah berbaring di tempat tidur masing-masing, Sefni bercerita betapa ia sangat menyukai drama Korea.
“Korea? Memangnya itu di mana? Kok aku nggak pernah dengar? Barat, ya?” tanyaku. Jujur, saat itu aku masih belum paham negara ini di mana dan negara itu di mana. Tahunya orang kulit putih itu orang Barat, tidak tahu juga Barat itu mana-mana saja. Pikirku semua bule itu (artian sempit) menempati negara yang sama. Dan dengan simpelnya pula aku beranggapan Amerika dan Inggris itu tetanggaan. Jadi Korea? Yang muncul di kepalaku saat itu adalah orang-orang berwajah Barat.
“Itu lho Sof, BBF yang tayang setiap sore. Masak kamu nggak tahu?”
“Nggak. Memang cerita tentang apa?” Oh Sefni, tahu sendiri lah, di desaku tidak ada listrik. Adanya diesel yang hanya nyala di malam hari! Mana paham aku drama-drama yang tayang di sore hari.
Dasarnya Sefni emang lagi kangen BBF, jadinya dia pun dengan senang hati menceritakan dari awal cerita. Sayang, cerita masih pertengahan, Sefni udah harus cabut ke pesantren. Dan bye bye BBF. Untungnya pas lagi liburan di rumah teman yang ada di Pekanbaru, selama dua mingguan, BFF kembali ditayangkan di TV dan sedikit-sedikit aku tahulah jalan ceritanya. Meskipun nggak begitu tertarik.

Selain BBF, ada beberapa drama Korea lagi yang kutonton selama di pesantren. Kok bisa di pesantren nonton? Hihi, itulah hebatnya pesantren beta. Kami dperbolehkan bawa laptop, ada wifi gratis sepanjang hari lagi. Nggak taulah dari mana, yang jelas aku nontonnya nimbrung teman. Naik ke kelas dua, kita harus satu kamar dengan 17 santriwati lain, jadi kalau ada yang nonton, ya monggo ikutan. 

Drama pertama berkisah tentang nikah dini gitu, cowoknya diperanin oleh cowok rambut merah sok pahlawan di BBF dan ceweknya kurang tau juga. Nggak nyampe tamat sih nontonnya, nggak betah. Seingatku cuma lima episode. Jangan tanya ending!

Waktu berlalu, di kelas 3 kami tinggal di kamar dengan dua atau tiga orang teman. Nah, lagi-lagi teman ngajakin nonton Korea. Ternyata ceritanya tentang suami yang setia banget sama istrinya yang sering hilang ingatan. Untuk pemain, aku nggak inget, judulnya juga lupa. Ada lagi tentang pengacara perempuan gitu. Dan keduanya nggak mampu aku tamatkan. 

Di perkuliahan, proses barter film semakin mudah dan hampir semua teman punya laptop. Jadi nggak perlu pusing-pusing download. Aku sempat bosan karena liburan semester yang dihabiskan di kosan selama berminggu-minggu, jadi minta film ke adik tingkat yang tinggal di lantai bawah. Eh, dia cuma punya drama Korea. Daripada nggak sama sekali, aku terima. Buanyak banget. Ada Master Sun, The Heirs, Suspicious Housekeeper, My Love From the Star, City Hunter, terus tentang pengacara yang suka ama brondong, Boy Next Door, dan Emergency Couple. Semua itu coba kutonton satu-satu. Dan endingnya sama, nggak ada satu pun yang kutonton semua episodenya. Aku hanya bertahan sampai 4 atau 5 episode, lalu langsung loncat ke episode terakhir. Karena menurutku, makin ke sana ceritanya membosankan. Kalau dua pemain utamanya udah saling mengungkapkan cinta, maka jalan cerita pun berubah datar.

Lagipula menurutku drama Korea itu kurang kreatif. Selalu begitu-begitu saja karakternya. Cowok yang cool plus tajir banget, cewek rada-rada begok, mereka bertemu dan bersatu setelah melewati proses yang dramatis. Oh, jangan lupa, selalu ada satu pria yang lebih cool dan lebih dewasa dibandingkan pria tokoh utama, dan biasanya akan jatuh cinta plus sanggup berkorban perasaan demi pemain utama wanita. Biasanya lagi, ada juga seorang wanita pendiam yang cinta pada pemain utama pria dan nih cewek sulit banget ngomong kalau dia ini suka. Yeah, tipe pendiam, ilegan, wanita karir, semacam itulah. Pokoknya sifat cewek ini berbanding terbalik dengan cewek pemeran utama yang slebor, rada-rada begok, nggak punya malu, dan selalu berbahagia.

Percaya deh, rata-rata drama Korea seperti itu ceritanya. Nggak kreatif, kan? That’s why aku nggak begitu tertarik (pada awalnya). Teman-temanku pada suka Lee Min Ho (inget karena temen kamarku dulu ngefan nih orang), tapi aku nggak ah. Setelah nonton Full House, satu-satunya aktor plus penyanyi Korea favoritku adalah Rain. Hihihi...


Full House: Drama Korea yang Memberikan Kesan Berbeda

Liburan panjang, melelahkan, dan membosankan. Mumpung ada wifi gratis dengan highspeed, jadi aku manfaatkan untuk download film. Pada mulanya aku coba cari referensi film bagus di blog dan web, dan entah bagaimana ceritanya aku bisa landing di page yang membahas beberapa drama Korea bertema kawin kontrak. Di antara sekian deret judul, aku coba nonton drama berjudul The Prime Minister and I. Ceritanya tentang perdana menteri yang terlibat skandal hingga memaksa dia nikah kontrak dengan wartawan majalah Scandal News. Aduh eneg sumpah nontonnya. Pemain utama prianya udah punya anak 3 dan masih main cinta-cintaan. Plis deh nggak cocok banget. Aku hanya sanggup bertahan sampai episode 2. 

Aku kembali membuka blog yang tadi memberikan rekomendasi, dan akhirnya setelah membaca sinopsis, aku tertarik dengan drama berjudul Full House. Tiba-tiba ingat pas mau wisuda, teman satu wisma sempat nonton Full House versi Thailand.
“Kalau sampai dibikin versi sana-sini, berarti nih drama emang beneran bagus. Tapi... yang benar aja tahun 2004? Itu artinya aku masih SD kelas 4, dan mereka udah syuting???” tiba-tiba ingatanku kembali pada tahun 2004. Aduh, pasti jadul bangeeeeeet. Tapi ternyata, rasa penasaranku mengalahkan itu semua.
Episode 1 selesai didownload sekitar 5 menitan. Langsung kutonton, dan tepat sekali, pakaian Young Jae (diperankan oleh Rain) jadul banget. Aku paling risih lihat cowok pakai kemeja berbunga-bunga, pita-pita, apalagi slayer yang diikat di leher. Hiii... nggak banget. Dan begitulah style-nya Young Jae. Syukurnya pas di rumah, dia sering berpakaian normal.

Okay, Sofi, jangan menilai sesuatu dari penampilan. Bertahan dan lanjutkan! Dan entah mengapa akuuuu suuuukaaaaa.... Aku suka Young Jae yang punya dua karakter. Saat di depan publik, he is really cool. Tapi udah di Full House, amit-amit banget. Biar gitu, ceritanya nggak garing. Aku sampe ngakak sendirian tengah-tengah malam. Kadang haru juga kalau ingat drama ini sudah 12 tahun lalu diproduksinya. Entahlah, kadang penilaianku terhadap sesuatu memang nggak berdasarkan parameter tertentu. Ada sisi-sisi tertentu dari drama Full House yang mengingatkan pada masa-masa silam. Salah satunya lagu Sha la la.

Ya, lagu Sha la la ini udah pernah kunyanyiin sejak dulu. Sering banget aku nyanyi Yespi syalalala yespi *&%$*&*$# (haha makin ke sono makin mirip orang berkumur nyanyinya). Tapi kapan pertama kali aku dengar lagu ini, tahun berapa, di mana, aku nggak ingat. Makanya pas lagu ini keluar di tengah-tengah cerita, aku langsung teriak ‘Aaaaa...lagu ini! Aku tauuuu!!!’

Di sini aku nggak menuliskan jalan cerita, karena kalian pasti sudah nonton drama ini. Bagiku menulis hal-hal seperti ini punya makna tersendiri. Beberapa mungkin melontarkan predikat anak alay, dan hellow kenapa peduli kalau memang suka. Sampai sekarang aku masih memikirkan drama ini. Berikut beberapa hal yang aku sukai dari Full House:


Rumah Bernama Full House



Full House adalah rumah kaca berwarna putih dengan desain minimalis yang sangat memikat. Full House berarti rumah yang penuh cinta—dari kamus mana mereka men-translate aku pun nggak paham. Cari-cari di google kamus, nggak ada satu pun yang bilang kalau Full House itu berarti rumah penuh cinta. Oh ya perlu diketahui, rumah itu dibangun khusus untuk syuting drama ini lho. Dan bersamaan dengan meledaknya drama ini, Full House pun ikutan tenar, bahkan jadi tujuan wisata. Sejak itu pula rumah bergaya minimalis digemari orang-orang. Uh, rumahnya emang bagus banget. Di tepi pantai, punya jembatan, punya taman rumput, dan berdinding kaca. Sekarang aja masih kelihatan bagus, gimana pas tahun 2004 ya?

Sayang banget, sekarang rumah untuk syuting ini sudah dibongkar habis. Sedih bangeeett... 


Why Song 

Hal lain yang membuatku suka drama ini adalah lagu Why yang dinyanyikan Rain sendiri. Lagu ini diputar setiap ujung episode, dekat-dekat kemunculan tulisan bersambung. Kalau kamu dengar musik pembukanya, pasti langsung suka. Mungkin ini satu-satunya lagu yang dinyanyikan Rain dengan benar dan tulus, nggak anti mainstream. Lagu ini adalah lagu Korea pertama yang ku-download sekaligus lagu Korea pertama yang ada di ponselku, bahkan masuk dalah daftar putar berjudul Everlasting Songs bareng Flying Without Wings-nya WestLife.


RAIN

Versi sekarang :D
Ya, Rain merupakan salah satu alasanku menyukai drama Full House. Biasanya setiap menonton drama Korea, aku nggak pernah suka sama pemeran utama pria, seringnya suka sama pemeran pria kedua. Karena mereka lebih dewasa, perhatian tanpa pamrih, selalu tersakiti tapi masih saja baik, dan hal serupa lainnya. Tapi di Full House, aku suka dengan pemeran utama prianya. Walau nih ya, pakaian Young Jae tuh nggak banget, kelakuannya apa lagi. But, he really funnnnnyyyy...! Lucu dan imutnya nggak dibuat-buat. Kayak masih innocent banget!

Tadi aku coba buka youtube, coba dengerin lagu-lagunya yang lain. Salah satu yang aku suka berjudul ‘Hip Song’, ada dance-nya. Dan bagi kamu yang lagi suntuk, boleh coba didengar. Pas tahu Rain itu pinter dance, aku nggak percaya. Terbayang perannya di Full House. 

Rain ini seorang koreografer juga. Beberapa dance yang dibawakan K-Pop Korea adalah karya Rain. Soal prestasi baik itu album, drama, film, TV shows, kegiatan amal dan konser, silakan baca sendiri di wikipedia, ya. Secara garis besar, dia pernah bikin konser di Amerika, pernah dapat lead role di film Hollywood, pernah main film China, dan banyak lagi.  Aku sendiri sampai nggak percaya kalau dia itu adalah lelaki yang sama yang pernah main di Full House. Yang pasti, penampilan Rain memang sering nyentrik.

Okay, karena sudah larut malam, tulisan kali ini aku cukupkan dengan sangat tiba-tiba. Yang jelas ini adalah satu-satunya drama Korea yang kutonton full episode (16 episode) tanpa lompat-lompat. Lain kali semoga ada waktu untuk berbagi cerita ringan dan hal remeh-temeh di sini. Terkadang hidup memang jangan dijalani terlalu kaku. Sometimes we need to be a child too... and I do it when I get borred or sad. Siapa lagi yang bisa menghibur dan membuatmu bahagia jika bukan dirimu sendiri. Maybe they are true, there is no space for gengsi person in this life. Kamu boleh saja bilang dirimu sibuk, penuh kegiatan akademik, amal, dan bisnis ke sana sini, tapi jangan pernah lupa, ada sisi manusia biasa di dalam dirimu. Sisi itu juga bisa bersedih, sakit, kecewa, dan butuh hiburan seperti yang dilakukan orang-orang. Menjadi orang sukses dalam karir, pintar, berprestasi, bukan berarti menjadi kaku, kan?


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...