Nah, lihatlah betapa
ngototnya aku jika sudah mencintai sesuatu. Saat kelas offline alias kursus
bahasa Turkiku macet—tutornya pulang ke Turki selama 1 bulan—akupun mencari
alternatif lain buat belajar bahasa negeri seribu masjid ini. Dan, salah satunya
adalah kelas skype gratis setiap satu minggu sekali. Siapa tutor online-nya?
Namanya Mbak Sri Zehra, berasal dari Bandung. Sekarang tinggalnya di Ankara—ibu kota Turki—ikut suaminya yang alsi sana. Aksen Sunda-nya masih kental banget, meskipun bahasa Turki-nya udah lancar-car. Ramah so pasti, dan beliau dengan sabar meladeni satu persatu pertanyaan kami, mendengarkan kami melafalkan alfabet Turki, dan men-translate kalimat yang kami ajukan. Subhanallah banget, aku sampai terkagum-kagum dengan keikhlasan perempuan ini. Jazakillah khaira ya Ukhti fillah...
Teh Sri ini punya tetangga yang mix Indo-Turki juga, namanya Mbak Rahmawati. Nah, Mbak Rahma ini nih yang punya anak laki-laki imut bernama Furkan. Gemes banget lihat video-videonya. Pokoknya lagi lucu-lucunya gitu.
Apa yang kupelajari
di kelas online I?
Kita belajar şimdiki zaman atau present continous tense. Ini materi pertemuan kedua di kursusku dulu. Basic-nya alhamdulillah udah tahu, cuma butuh menghapalkan kosa kata aja. Nah, jadi kalau dalam english, ada penambahan ‘-ing’ kan? Kalau dalam bahasa Turki, jadinya ditambahin ‘-yor’. Contohnya begini, gel=datang, jadinya geliyorum=saya sedang datang=i’m coming. Kira-kira begitu deh, hanya saja ada beberapa perubahan juga untuk alfabet konsonan tidak berbunyi ç, f, h, k, p, s, ş, t. Ah, itu nggak perlu dibahas deh kayaknya.
Hmm...yang menariknya nih, aku bisa menanyakan translate kalimat ke Mbak Sri. Ow, kalimat apakah itu? Bukan apa-apa, hanya kalimat dari seorang teman yang dulu sempat membuatku bolak-balik google translate.
Sebenarnya kalimat yang dikirimnya itu nggak sulit (misal dengan bahasa gaul mereka), melainkan benar-benar lurus dan kaku (kayak kita pake bahasa formal Indonesia gitu). Akunya aja yang signal-nya putus nyambung. Hehe.
Tapi menurutku sih, temanku itu salah juga, udah tahu aku baru belajar, eh dia nulis kalimat lurus kayak kereta api nggak ketemu stasiun. Benar-benar tanpa tanda baca. Jadinya kalau nggak ahli, nggak nemu tuh mana kalimat induk dan mana anak-anaknya. Hehe
Nih dia kalimatnya:Ben sana anlatamıyorum galiba okumuyorum ben görev yapıyorum memur yani imam din görevlisiyim ders yok ben insanlara ders veriyorum namaz kıldırıyorum imam.
Ben=aku, sana=kamu (objek), anlatamıyorum=tidak bisa memberitahu, galiba=rupanya, okumuyorum=tidak bisa membaca, ben=aku, görev=tugas, yapıyorum=doing, memur yani= pegawai negeri, din= agama, görevlisiyim=sedang bertugas, ders=pelajaran, yok=nothing, veriyorum=sedang memberikan, namaz=shalat, kıldırıyorum=nggak paham nih apa artinya, imam=imam shalat.
Apa coba artinya?
Tuh titik di akhir kalimat aja aku yang nambahin, kalau nggak ya polos gitu. Datar banget nih manusia yang nulis.
Baiklah, setelah dipisah-pisahin sama Mbak Sri, aku baru nyambung.
Inilah dia jadinya:
Tuh, kalau dipisah-pisah gitu kan jadi enak kita ngartiinnya! Mungkin melatih akunya juga, biar lebih kritis kalau nemu kalimat-kalimat egois seperti itu.
Oh iya, Teh Sri juga memeberikan tips untuk memudahkan kita dalam mempelajari bahasa Turki, apa aja tipsnya?
Inilah mereka:
Untuk keterangan dari setiap poin, silakan bergabung ke dalam grup aja, yaa...Baiklah, sudah panjang juga postinganku yang iseng ini. Udahin aja, ya?Çok sağol, teşekkür ederim Teh Sri... Allah razi olsun. Aamiiin...
Bagi yang mau bergabung, silakan masuk ke grup berikut: Mari Belajar Bahasa Turki - Türkçe Öğrenelim.
GRUP KHUSUS WANITA SAJA.
Namanya Mbak Sri Zehra, berasal dari Bandung. Sekarang tinggalnya di Ankara—ibu kota Turki—ikut suaminya yang alsi sana. Aksen Sunda-nya masih kental banget, meskipun bahasa Turki-nya udah lancar-car. Ramah so pasti, dan beliau dengan sabar meladeni satu persatu pertanyaan kami, mendengarkan kami melafalkan alfabet Turki, dan men-translate kalimat yang kami ajukan. Subhanallah banget, aku sampai terkagum-kagum dengan keikhlasan perempuan ini. Jazakillah khaira ya Ukhti fillah...
Teh Sri ini punya tetangga yang mix Indo-Turki juga, namanya Mbak Rahmawati. Nah, Mbak Rahma ini nih yang punya anak laki-laki imut bernama Furkan. Gemes banget lihat video-videonya. Pokoknya lagi lucu-lucunya gitu.
![]() |
| Ini dia penampakan tuh bocah. Duh, perempuan mana sih yang nggak gemes lihatnya? (sumber: facebook Teh Sri) |
Kita belajar şimdiki zaman atau present continous tense. Ini materi pertemuan kedua di kursusku dulu. Basic-nya alhamdulillah udah tahu, cuma butuh menghapalkan kosa kata aja. Nah, jadi kalau dalam english, ada penambahan ‘-ing’ kan? Kalau dalam bahasa Turki, jadinya ditambahin ‘-yor’. Contohnya begini, gel=datang, jadinya geliyorum=saya sedang datang=i’m coming. Kira-kira begitu deh, hanya saja ada beberapa perubahan juga untuk alfabet konsonan tidak berbunyi ç, f, h, k, p, s, ş, t. Ah, itu nggak perlu dibahas deh kayaknya.
Hmm...yang menariknya nih, aku bisa menanyakan translate kalimat ke Mbak Sri. Ow, kalimat apakah itu? Bukan apa-apa, hanya kalimat dari seorang teman yang dulu sempat membuatku bolak-balik google translate.
Sebenarnya kalimat yang dikirimnya itu nggak sulit (misal dengan bahasa gaul mereka), melainkan benar-benar lurus dan kaku (kayak kita pake bahasa formal Indonesia gitu). Akunya aja yang signal-nya putus nyambung. Hehe.
Tapi menurutku sih, temanku itu salah juga, udah tahu aku baru belajar, eh dia nulis kalimat lurus kayak kereta api nggak ketemu stasiun. Benar-benar tanpa tanda baca. Jadinya kalau nggak ahli, nggak nemu tuh mana kalimat induk dan mana anak-anaknya. Hehe
Nih dia kalimatnya:Ben sana anlatamıyorum galiba okumuyorum ben görev yapıyorum memur yani imam din görevlisiyim ders yok ben insanlara ders veriyorum namaz kıldırıyorum imam.
Ben=aku, sana=kamu (objek), anlatamıyorum=tidak bisa memberitahu, galiba=rupanya, okumuyorum=tidak bisa membaca, ben=aku, görev=tugas, yapıyorum=doing, memur yani= pegawai negeri, din= agama, görevlisiyim=sedang bertugas, ders=pelajaran, yok=nothing, veriyorum=sedang memberikan, namaz=shalat, kıldırıyorum=nggak paham nih apa artinya, imam=imam shalat.
Apa coba artinya?
Tuh titik di akhir kalimat aja aku yang nambahin, kalau nggak ya polos gitu. Datar banget nih manusia yang nulis.
Baiklah, setelah dipisah-pisahin sama Mbak Sri, aku baru nyambung.
Inilah dia jadinya:
- Ben sana anlatamıyorum galiba -> rupanya saya tidak dapat menjelaskan kepada kamu
- Okumuyorum -> saya tidak sekolah ( saya bukan pelajar)
- Ben görev yapıyorum memur yani imam din görevlisiyim -> saya sedang bertugas sebagai pegawai negeri (sebagai imam), petugas keagamaan.
- Ders yok -> tidak ada pelajaran (tidak sekolah)
- Ben insanlara ders veriyorum -> saya memberi kelas/pelajaran kepada orang-orang
- Namaz kıldıyorum imam -> saya yang mengimami shalat
Tuh, kalau dipisah-pisah gitu kan jadi enak kita ngartiinnya! Mungkin melatih akunya juga, biar lebih kritis kalau nemu kalimat-kalimat egois seperti itu.
Oh iya, Teh Sri juga memeberikan tips untuk memudahkan kita dalam mempelajari bahasa Turki, apa aja tipsnya?
- Baca Bismillah
- Jadilah : artinya menempatkan diri sebagai orang Turki.
- Bergumam, pake bahasa Turki.
- Dear Deary : membiasakan diri menulis dengan menggunakan bahasa Turki
- Nonton Film Turki
- Nonton TV Turki
- Baca Koran /Majalah yang berbahasa Turki
- Mengobrol menggunakan bahasa Turki,
- Disiplin, sehari ngapalin 10 kata secara continue
- Beramal, share kepada teman untuk membagikan ilmu tentang bahasa Turki, tentang page bahasa Turki (wah, ini udah kulakuin, nih?
sombong)
Untuk keterangan dari setiap poin, silakan bergabung ke dalam grup aja, yaa...Baiklah, sudah panjang juga postinganku yang iseng ini. Udahin aja, ya?Çok sağol, teşekkür ederim Teh Sri... Allah razi olsun. Aamiiin...
Bagi yang mau bergabung, silakan masuk ke grup berikut: Mari Belajar Bahasa Turki - Türkçe Öğrenelim.
GRUP KHUSUS WANITA SAJA.

